Advertisement
Arus Mudik Tol Jogja-Solo Diprediksi Memuncak 18 Maret 2026
Direktur Utama PT JMJ, Rudy Hardiansyah (dua dari kiri) danDirektur Pengembangan Usaha PT. Jasa Marga, Ari Respati (tiga dari kiri) saat meninjau Gerbang Tol Purwomartani pada Rabu (11/3/2026). - Harian Jogja // Catur Dwi JanatiÂ
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Arus lalu lintas di ruas Tol Jogja–Solo diperkirakan meningkat signifikan menjelang Lebaran 2026. Operator jalan tol memprediksi puncak arus kendaraan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-2 Idulfitri, dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 25.000 unit per hari.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja–Solo Rudy Hardiansyah mengatakan prediksi tersebut didasarkan pada tren lalu lintas pada periode Lebaran tahun sebelumnya.
Advertisement
Pada Lebaran tahun lalu, puncak arus kendaraan di ruas tol tersebut mencapai sekitar 23.000 kendaraan dalam sehari. Tahun ini, jumlah kendaraan diperkirakan meningkat sekitar 8%.
“Kami mencoba membuat prediksi traffic Lebaran tahun ini. Kalau mengacu pada data sebelumnya, traffic tertinggi memang selalu di ujung terjauh. Fokus kami saat itu berada di Prambanan,” ujar Rudy, Rabu (11/3/2026).
BACA JUGA
Ia menambahkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi dua hari sebelum Lebaran.
“Traffic tertinggi itu 23.000 per hari. Untuk 2026 ini kami prediksi tertingginya di 25.000 dengan asumsi ada kenaikan sekitar 8%. Itu di tanggal 18 Maret atau H-2 Lebaran,” jelasnya.
Segmen Prambanan–Purwomartani Difungsikan
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, operator tol berencana membuka secara fungsional segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang sekitar 12 kilometer.
Menurut Rudy, pembangunan ruas tersebut saat ini telah mencapai sekitar 94% sehingga sudah memungkinkan untuk difungsikan sementara selama periode mudik Lebaran.
“Untuk menghadapi Lebaran tahun ini juga kami berencana memfungsikan dari Prambanan sampai Purwomartani kurang lebih sepanjang 12 kilometer. Progresnya saat ini sudah mencapai 94%,” jelasnya.
Ruas tol tersebut nantinya hanya akan difungsikan untuk satu arah guna membantu mengurai kepadatan kendaraan selama periode mudik dan arus balik.
Rekayasa Lalu Lintas Masih Dibahas
Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Ari Respati mengatakan skema rekayasa lalu lintas masih terus dibahas bersama kepolisian.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas menjadi tantangan karena tingginya minat masyarakat menggunakan ruas tol tersebut.
Ia mencontohkan pada periode sebelumnya, akses keluar setelah Prambanan sempat dilalui 800 hingga 900 kendaraan per jam, meskipun kendaraan harus melanjutkan perjalanan melalui jalan kabupaten.
“Kami tidak ingin justru tol ini nanti malah membebani jalan arteri. Karena itu pengendalian lalu lintas di arteri masih terus kami koordinasikan,” kata Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Terluka
Advertisement
Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Advertisement
Berita Populer
- Tol Jogja-Solo Prambanan-Purwomartani Dibuka Fungsional Lebaran 2026
- Prabowo dan Sri Sultan HB X Dijadwalkan Hadiri Seminar Sultan HB II
- Libur Lebaran 2026: Polisi Antisipasi Macet di Penyangga Malioboro
- Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
- 27.200 Warga Sleman Diprediksi Ikuti Salat Idul Fitri, Ini Lokasinya
Advertisement
Advertisement






