Gaji ke-13 ASN Kulonprogo Cair, Total Anggaran Capai Rp27,7 Miliar
Pemkab Kulonprogo mencairkan gaji ke-13 bagi 5.867 ASN dengan total anggaran Rp27,7 miliar. Pencairan dilakukan penuh sejak 4 Juni 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Program cek kesehatan gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo menemukan bahwa hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga selama pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Kepala Dinkes Kulonprogo Susilaningsih mengungkapkan berdasarkan data sementara, sekitar 34% warga yang mengikuti CKG terdeteksi mengalami hipertensi. Sementara itu, diabetes melitus menempati posisi kedua dengan temuan sekitar 6%.
“Dari data kami, penyakit hipertensi ditemukan mencapai 34 persen, sedangkan diabetes melitus sekitar 6 persen,” kata Susilaningsih kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Ditemukan pada Usia Produktif hingga Lansia
Menurut Susilaningsih, temuan tersebut berasal dari peserta pemeriksaan yang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia produktif hingga lanjut usia (lansia).
Setelah penyakit terdeteksi melalui pemeriksaan, Dinkes Kulonprogo langsung melakukan tindak lanjut berupa penanganan medis, termasuk pemberian obat untuk membantu mengontrol kondisi kesehatan pasien.
“Apalagi penderita hipertensi dan diabetes melitus harus rutin mengonsumsi obat,” ujarnya.
Partisipasi Warga Masih Rendah
Meski program CKG sudah berjalan di berbagai lokasi, cakupan masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut masih tergolong rendah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, hingga akhir 2025 cakupan program CKG di Kulonprogo baru mencapai sekitar 17%.
Susilaningsih menduga rendahnya partisipasi masyarakat dipengaruhi kekhawatiran warga jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit tertentu.
“Saya menduga warga khawatir jika nantinya ikut CKG didiagnosis menderita penyakit tertentu dan harus minum obat untuk menanggulanginya,” katanya.
Perluasan Layanan ke Instansi
Untuk meningkatkan cakupan layanan, Dinkes Kulonprogo berencana memperluas pelaksanaan CKG tidak hanya di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), tetapi juga ke berbagai instansi.
Pada periode Maret hingga April 2026, program ini rencananya akan menyasar kantor-kantor kepolisian sektor (Polsek) di wilayah Kulonprogo.
“Rencananya Maret–April ini kami akan menyasar Polsek-polsek yang ada di Kulonprogo untuk percepatan capaian CKG,” jelas Susilaningsih.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir mengikuti cek kesehatan gratis, karena program tersebut bertujuan untuk deteksi dini penyakit agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo mencairkan gaji ke-13 bagi 5.867 ASN dengan total anggaran Rp27,7 miliar. Pencairan dilakukan penuh sejak 4 Juni 2026.
Kejagung menyerahkan PNBP hasil pemulihan aset senilai Rp1,029 triliun ke Kemenkeu, termasuk aset dan uang milik terpidana Eddy Tansil.
Chapter Jogja 2026 kembali hadir di JNM dan SD Tumbuh pada 19-23 Juni dengan konsep Unique Art Fair yang memperkuat ekosistem seni rupa Yogyakarta.
Wayang Gedhog langka akan dipentaskan di Keraton Jogja saat 1 Sura 2026. Lakon Jaya Berdangga sarat pesan perjuangan, kesetiaan, dan refleksi diri.
Kementerian PU mempercepat preservasi Jalan Pantura Kudus-Pati-Rembang. Progres proyek Lingkar Juwana-Pati sudah 85 persen dan ditarget selesai Juni 2026.
Simak bacaan doa awal Tahun Baru Islam 1 Muharram yang sahih lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta dalil dari hadis dan riwayat sahabat.