Proyek JJLS Kulonprogo Mandek, IPL Harus Diulang
IPL JJLS Kulonprogo kedaluwarsa sehingga pembayaran UGR warga tertunda dan harus diajukan ulang oleh DPUP-ESDM DIY.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan. - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO – Dampak ekonomi dari operasional embarkasi haji berbasis hotel di Kabupaten Kulonprogo dinilai belum maksimal dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun sektor perhotelan di wilayah setempat.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama pemangku kepentingan kini melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki skema operasional pada musim haji tahun depan agar manfaat ekonomi lebih terasa bagi masyarakat lokal.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM Kulonprogo), Iffah Mufidati, mengatakan tahun pertama pelaksanaan embarkasi menjadi fase penting pembelajaran bagi semua pihak.
Menurutnya, saat ini jadwal keberangkatan jemaah haji masih terbatas pada satu kloter per hari, sehingga potensi perputaran ekonomi di sekitar lokasi belum optimal.
“Jika ke depan bisa lebih dari satu kloter dalam sehari, potensi kunjungan tamu tentu akan jauh lebih banyak. Ini adalah peluang pasar yang harus kita tangkap,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Pengaturan arus pengunjung jadi sorotan
Salah satu evaluasi utama yang disoroti adalah belum optimalnya pengaturan kendaraan pengantar jemaah menuju kantong parkir resmi di Ruang Terbuka Publik (RTP) Bulak Tabak, Temon.
Akibatnya, masih banyak kendaraan rombongan yang parkir di tepi jalan dan tidak melewati area UMKM yang telah disediakan, sehingga potensi transaksi ekonomi menjadi terlewat.
Pemerintah daerah juga mulai memetakan pola rombongan besar yang mengantar jemaah haji, yang dalam beberapa kasus bisa mencapai belasan bus dalam satu kloter.
“Pola seperti ini akan kami petakan bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk manajemen lalu lintas,” kata Iffah.
UMKM belum optimal, hotel juga stagnan
Area RTP Bulak Tabak sebenarnya telah disiapkan sebagai pusat aktivitas UMKM, termasuk kuliner dan produk lokal yang ditujukan bagi keluarga jemaah haji yang menunggu keberangkatan.
Namun, jarak antara lokasi UMKM dan titik aktivitas utama jemaah dinilai masih menjadi kendala, sehingga tingkat kunjungan pembeli belum signifikan.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menilai pelaksanaan tahun ini masih bersifat awal dan fokus utama adalah kenyamanan serta keamanan, bukan optimalisasi ekonomi.
“Karena baru pertama, yang penting jaga aman, jaga nyaman dulu, belum menggairahkan,” ujarnya.
Ia mengakui waktu persiapan yang terbatas—sekitar tiga minggu—menjadi salah satu faktor belum optimalnya pelaksanaan.
Selain UMKM, sektor perhotelan di Kulonprogo juga belum merasakan dampak signifikan dari keberadaan embarkasi haji. Tingkat okupansi hotel masih stagnan di kisaran 25 persen.
Evaluasi untuk tahun depan
Pemerintah daerah menargetkan adanya perbaikan sistem pada musim haji berikutnya, termasuk rekayasa lalu lintas, penataan titik parkir, dan integrasi lebih kuat dengan pelaku UMKM lokal.
Dengan evaluasi tersebut, diharapkan embarkasi haji tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan jemaah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru bagi Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IPL JJLS Kulonprogo kedaluwarsa sehingga pembayaran UGR warga tertunda dan harus diajukan ulang oleh DPUP-ESDM DIY.
Pemerintah mempercepat program sektor riil seperti pangan, energi, dan hilirisasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global.
BI, Kemenkeu, dan DPR memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas rupiah di Rp18.000 dan meredam tekanan pasar keuangan Indonesia.
Xiaomi 18 Pro Max dikabarkan hadir dengan kamera 200MP ganda, chipset Snapdragon terbaru, dan peningkatan signifikan pada fotografi.
Kemnaker menegaskan komitmen menindaklanjuti laporan PHK, perlindungan pekerja, hingga K3 demi hubungan industrial yang adil dan kondusif.
Bank Mandiri Taspen melalui program Glow and Grow dorong pensiunan tetap aktif, sehat, dan produktif lewat edukasi dan pemberdayaan lansia.