Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Aktivitas lalu lintas di simpang tiga dengan kantor Pemkab Gunungkidul, 18 Maret 2022. Tempat ini menjadi salah satu lokasi prioritas untuk dipasang ATCS oleh Dinas Perhubungan Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan Gunungkidul berencana menambah unit Area Traffic Control Sistem (ATCS).
Hingga sekarang, program ini sudah terpasang di tiga lokasi, yakni Simpang Empat Gading, Simpang Tiga Gading di Kapanewon Playen, dan Simpang Empat Budegan di Kalurahan Siraman, Wonosari.
Fasilitas serupa akan ditambah di delapan lokasi lain.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan ATCS sudah dipasang mulai akhir 2021. ATCS menjadi sarana pemantau dan pengontrol arus lalu lintas yang bisa mengendalikan lampu lalu lintas melalui ruang operasional di kantor dinas perhubungan.
Sebagai contoh, pada saat terjadi kepadatan arus lalu lintas, ATCS bisa merekayasa lampu untuk mengurai kemacetan. “Jadi bisa diatur melalui ruang operasional agar laju kendaraan bisa kembali lancar saat terjadi kepadatan,” kata Rakhmadian, Rabu (1/6/2022).
Menurut dia, manfaat lain ATCS adalah sebagai sarana meningkatkan keamanan di lingkungan sekitar. Kamera CCTV yang terpasang bisa sebagai pemantauan kejadian di wilayah tersebut.
“Akan bisa membantu pengungkapan kasus tindak pidana kriminalitas atau mengetahui peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, khususnya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Mantan Panewu Tanjungsari ini mengungkapkan, keberadaan ATCS sangat membantu melancarkan lalu lintas. “Makanya kami berencana menambah dan sekarang coba mengakses Dana Alokasi Khusus [DAK] yang ada di Pemerintah Pusat,” katanya.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, mengatakan kemampuan keuangan daerah masih sangat terbatas sehingga upaya penambahan dengan mengakses dana dari pemerintah pusat.
“Satu unit ATCS seharga Rp1,2 miliar. Jadi, kalau delapan unit maka total membutuhkan anggaran sebesar Rp9,6 miliar. Untuk penambahan, kami sudah mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat,” katanya.
Menurut dia, lokasi yang akan dipasang ATCS di antaranya simpang tiga kantor Pemkab, perempatan Jeruksari, perempatan Selang, simpang empat Tegalsari. Selain itu, ada juga di Bundaran Siyono, simpang empat Wukirsari, simpang lima Baleharjo. “Satu lagi antara Pasar Playen atau perempatan Siraman. Mudah-mudahan bisa disetujui sehingga penambahan ATCS bisa direalisasikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.