Taj Yasin Minta Seluruh OPD Jateng Contek Pengembangan Desa Kranggan
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Suasana latihan pentas pantomim Mimori pada peserta anak-anak./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar pentas, seminar, hingga pelatihan pantomim untuk mengenang maestro pantomim Jemek Supardi. Berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada Jumat-Minggu (21-23/10/2022), pentas pantomim tersebut bertajuk Mimori.
Pentas pantomim Mimori diikuti puluhan seniman pantomim dari luar DIY. Total ada 10 kelompok pantomim yang berpartisipasi. Mereka berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Palembang untuk pentas kolaborasi.
Kepala TBY Purwiati menjelaskan gelaran tersebut sebagai penghormatan pada Jemek Supardi yang telah berpulang Juli lalu. “Pak Jemek sebagai seniman pantomim Tanah Air jasanya sudah banyak, beliau adalah salah satu maestro pantomim yang kami miliki. Pentas ini untuk menghormati sekaligus membawa semangat berkesenian beliau,” jelasnya.
Purwiati menyebut selain pentas juga ada seminar dan workshop sebagai ruang peningkatan kapasitas seniman pantomim. “Kami prinsipnya mendukung setiap seni, termasuk pantomim untuk terus berkembang apalagi pantomim sekarang banyak yang meminati juga,” ujarnya.
Sepeninggal Jemek Supardi, lanjut Purwiati, pantomim dapat terus eksis dan berkembang lebih luas. “Jangan sampai pantomim yang sudah dibangun oleh beliau malah ikut mati juga, ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan,” katanya.
Broto Wijayanto menjelaskan tajuk pentas yang akan digelar sesuai dengan penemuan kesenian Jemek Supardi. “Mimori itu kepanjangannya Meme Original, itu salah satu temuan Pak Jemek,” jelasnya, Selasa (18/10/2022).
Pentas nanti, lanjut Broto, juga akan menampilkan pentas tunggal salah satu anak almarhum Jemek Supardi. “Kalau workshop akan dilakukan Sabtu (22/10/2022), lalu seminar dilakukan Minggu (23/10/2022), nanti juga akan dilakukan tabur bunga di pusara almarhum,” katanya.
Pentas yang akan ditampilkan di TBY tersebut juga akan menghadirkan maestro pantomim muda lain, yaitu Septian Dwi Cahyo. “Harapanya momen 100 hari berpergiannya beliau bisa jadi momen untuk kembali membangkitkan pantomim di Tanah Air,” ujar Broto.
Broto juga turut mengapresiasi pemerintah, khususnya TBY yang telah memberikan ruang dan kesempatan untuk gelaran tersebut. “Ini kami rencanakan saat tujuh hari beliau meninggal, dan alhamdulilah direspon baik oleh TBY jadi sangat membantu sekali,” jelasnya.
Tak hanya berhenti di gelaran ini, jelas Broto, pengembangan pantomim harus terus dilakukan oleh pegiat-pegiatnya. “Karena pemerintah sendiri sudah memberikan ruang artinya mereka mendukung, jadi kami berharap pegiat pantomim juga turut aktif dan semoga tahun depan bisa menggunakan seniman pantomim luar negeri untuk bisa saling belajar di sini,” harapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Korea Selatan setelah Taeguk Warriors gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Safety Riding Competition Regional dengan 75 peserta untuk mencari wakil DIY menuju kompetisi nasional.
Kanada lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Afrika Selatan 1-0 berkat gol Stephen Eustaquio pada injury time.
Jadwal SIM Keliling Jogja hari ini, Senin 29 Juni 2026, melayani perpanjangan SIM A dan SIM C di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30 WIB.
Satpol PP Bantul menindak tiga pelanggar perda reklame melalui sidang tipiring sebagai upaya memperkuat ketertiban ruang publik dan kepastian hukum.