Advertisement
Waspada Banjir, BMKG DIY Proyeksikan Hujan Sedang-Lebat Sampai Awal November
Ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Hujan dengan intensitas tinggi terjadi beberapa hari ini di seluruh wilayah DIY. Kepala Kelompok Foreskater Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) YIA, Romadi mengatakan saat ini sudah memasuki awal musim penghujan sejak 11 Oktober 2022.
Musim pancaroba ini dia sebut akan berlangsung sampai dengan awal November 2022. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi selama musim pancaroba.
"Dampak yang timbul karena hujan seperti banjir, tanah longsor, angin kencang. Berpotensi membuat pohon tumbang di beberapa wilayah," ucapnya dihubungi, Selasa (18/10/2022).
Sementara untuk di wilayah perairan DIY, tinggi gelombang diperkirakan 1,25 meter-2,5 meter atau masuk dalam kategori sedang. Meski sedang, dalam sepekan ke depan nelayan diminta tetap hati-hati saat melaut.
"Sepekan kedepan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan karena adanya potensi hujan sedang-lebat di perairan selatan DIY," ucapnya.
BACA JUGA: Sebelum Menembak, Bharada E Serahkan Senjata Api Brigadir J ke Ferdy Sambo
Advertisement
Masyarakat juga diminta untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang. Sehingga menunjang imunitas tubuh.
Kepala BPBD Sleman, Makwan mengatakan di wilayah Sleman selama musim hujan ini kondisi di Sleman masih aman terkendali. Hanya ada laporan cabang pohon yang patah.
"Hanya ada cabang pohon patah. Warga masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah untuk update peringatan dini BMKG, dan mematuhinya. Utamakan keselamatan jiwa," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Arip Pramana menghimbau masyarakat untuk berhati-hati. Karena selama musim hujan banyak jalan-jalan yang tertutup air, sehingga kehati-hatian sangat penting.
"Kelengkapan kendaraan ini menjadi wajib, kemudian dari aspek kecepatan di dalam kabupaten [jalan kabupaten] di kisaran 50 km/jam. Lalu musim hujan jalan tertutup air," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Ungkap Skema Fee Rp850 Juta dalam Kasus Eksekusi Lahan PN Depok
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Gempa Pacitan: Rumah dan Talut di Gunungkidul Rusak
- 34 Ribu Warga Sleman Nonaktif PBI JK, Bisa Ajukan Reaktivasi Bersyarat
- Revitalisasi Pasar di Bantul Ditunda, Anggaran untuk Pemeliharaan
- Bantul dan Jogja Terdampak Gempa, 40 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit
- BNNK Sleman Edukasi Narkoba lewat Upacara Bendera, Sasar 4.142 Siswa
Advertisement
Advertisement



