Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Penyebab Belum Pasti
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Seorang warga sedang membuang sampah di depo sementara samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Jumat (21/1/2022)/Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja melakukan sejumlah strategi untuk mengantisipasi potensi luberan sampah di tempat pembuangan sampah sementara dan di jalan raya dengan mengoptimalkan armada sampah, karena pembuangan ke TPA Piyungan kini dijadwal.
“Pembuangan sampah ke TPA Piyungan tidak lagi bisa dilakukan setiap hari tetapi dijadwal tiga hari sekali, bergantian dengan Kabupaten Sleman dan Bantul,” kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko di Jogja, Kamis (27/10/2022).
Penjadwalan yang mulai berlaku sejak Rabu (26/10/2022) tersebut dilakukan untuk memperlancar pelayanan pembuangan sampah karena kondisi TPA Piyungan sudah semakin penuh sehingga lokasi untuk menurunkan sampah dari truk semakin sempit, ditambah dengan kondisi cuaca yang kerap hujan.
BACA JUGA: Ribuan Aremania Turun ke Jalan Tuntut Proses Hukum Atas Tragedi Kanjuruhan
Dengan penjadwalan tersebut, lanjut Haryoko, maka yang terjadi di Kota Jogja adalah penumpukan sampah di tempat pembuangan sampah sementara atau di depo sampah karena kapasitas yang kecil.
Selain di TPS, penumpukan sampah juga diperkirakan terjadi di waste bin yang berada di beberapa lokasi, seperti di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo.
“Biasanya, sampah diambil setiap hari tetapi karena dijadwal tiga hari sekali, maka dimungkinkan sampah di waste bin akan meluber hingga ke jalan dan berpotensi menyebabkan bau. Tetapi, mau bagaimana lagi karena kondisinya seperti ini,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut sehingga menahan diri untuk membuang sampah ke TPS atau depo.
“Kebetulan, hari ini adalah jadwal pembuangan sampah untuk Kota Yogyakarta, maka benar-benar kami optimalkan untuk bisa mengurangi sampah di TPS dan depo dengan mengerahkan seluruh armada sampah,” katanya.
DLH Kota Yogyakarta mengerahkan 42 armada untuk mengangkut sampah ke TPA Piyungan dengan tiga sampai empat rit pembuangan sampah per armada.
“Armada juga akan kembali kami penuhi dengan sampah sehingga langsung bisa diberangkatkan ke TPA Piyungan pada jadwal pembuangan berikutnya,” katanya.
Berdasarkan informasi dari pengelola, lanjut Haryoko, penjadwalan pembuangan sampah di TPA Piyungan akan dilakukan hingga TPA transisi dioperasionalkan.
Saat ini, pembangunan TPA transisi yang juga berada di TPA Piyungan sudah selesai namun belum ada serah terima ke pengelola sehingga belum bisa digunakan.
Hanya saja, syarat yang ditetapkan untuk pembuangan sampah di TPA transisi tersebut cukup sulit dipenuhi yaitu hanya menerima sampah organik saja.
“Selama ini, sampah yang dibuang ke TPA Piyungan adalah sampah residu. Memang belum dipisahkan antara organik dan anorganik. Jika harus dipisahkan, maka kami tidak mampu,” katanya.
Ia berharap, syarat untuk membuang sampah di TPA transisi bisa lebih longgar atau sama seperti pembuangan sampah yang selama ini dilakukan di TPA Piyungan.
“Baik dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul yang memanfaatkan TPA Piyungan belum bisa memisahkan sampah organik dan anorganik yang dibuang,” katanya.
Pemanfaatan TPA transisi, lanjut dia, juga belum mampu menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di DIY karena usianya diperkirakan hanya mampu menampung sampah sekitar sembilan bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.