Bantul Siapkan UPT Taman Budaya, Target Beroperasi pada 2028
Dinas Kebudayaan Bantul menyiapkan pembentukan UPT Taman Budaya Bantul untuk mengelola operasional kawasan budaya seluas hampir lima hektare. Target terbentuk p
Rita Indriana, pemilik usaha mainan anak ABC Woodentoys berfoto bersama sejumlah produk mainan anak yang telah 19 tahun digelutinya./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja punya salah seorang sosok yang patut dianggap berjasa laiknya pahlawan. Lewat usaha mainan anak yang ditekuninya 19 tahun silam, Rita Indriana mengajak serta anak-anak penyandang disabilitas dalam berkarya.
Motivasi Rita berawal dari latar belakang pekerjaan suami sebagai guru Sekolah Luar Biasa (SLB). “Saya dan suami melihat sendiri di lapangan, upah dan perlakuan ke mereka (penyandang disabilitas) kok beda ya. Ada yang nggak kerja, ada juga yang ecek-ecek (mengamen) di perempatan jalan. Akhirnya kami putuskan untuk buat mainan edukasi," ungkap Rita.
Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Rita Indriana pun mendirikan wadah untuk para lulusan SLB sekaligus membuat produk penuh manfaat bagi anak-anak. Usaha tersebut lahir pada 2003 dengan nama ABC (Anak Bangsa Cerdas) Woodentoys yang berlokasi di Gedongkiwo, Mantrijeron.
Awalnya, ia memberdayakan lima orang karyawan termasuk tiga diantaranya merupakan lulusan SLB-B (penyandang tuna rungu) dan SLB-C (penyandang tunagrahita) untuk memproduksi berbagai mainan edukasi anak berbahan dasar kayu.
Setelah sekian lama berkarya bersama, Rita mengungkapkan satu kekagumannya terhadap teman-teman lulusan SLB. “Istimewanya mereka ini, mereka tidak mudah bosan saat mengerjakan sesuatu berulang kali. Jadi lebih happy kan mengerjakannya,” ungkapnya.
Rita terbiasa memasarkan produknya secara luring melalui showroom serta berbagai pameran yang diadakan secara periodik. Untuk mengoptimalkan bisnisnya, Rita juga ikut beradaptasi pada perkembangan teknologi. “Waktu itu ada anak magang bilang, bisa loh jualan online. Dan wah ternyata benar. Nggak cuma buat mejeng produk aja, ternyata teknologi bisa jadi saluran baru,” ujar Rita.
ABC Woodentoys membuka toko di marketplace mulai tahun 2016. Ia mencoba memanfaatkan berbagai fitur. Rita terkejut dan senang setelah mengetahui produknya bisa dipasarkan tak hanya di wilayah Jogja, namun hingga ke seluruh Indonesia.
"Dengan gabung ke marketplace dapat membantu kami membangun jaringan. Semakin meluasnya jaringan, tentu memberikan kesempatan untuk bertumbuh dan bisa membantu memberdayakan teman-teman penyandang disabilitas sehingga mereka bisa mendapatkan penghidupan yang layak," ucapnya
Sudah puluhan lulusan SLB yang Rita berdayakan. Saat ini Rita mempekerjakan 10 orang karyawan untuk proses produksi mainannya. Ia pun berharap kedepannya ABC Woodentoys dapat menjadi shelter workshop mandiri bagi lebih banyak lulusan SLB. Tak hanya itu, Rita juga berusaha untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para karyawannya. Mulai dari pelatihan hingga menyediakan asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS). Menurutnya, penting agar karyawannya bisa mendapat kesejahteraan bahkan setelah pensiun nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Bantul menyiapkan pembentukan UPT Taman Budaya Bantul untuk mengelola operasional kawasan budaya seluas hampir lima hektare. Target terbentuk p
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap Palur-Yogyakarta dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur dan tarif Rp8.000.
Sopir taksi online berinisial ARA ditahan setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan terhadap penumpang perempuan di Jakarta Barat.
Nusron Wahid menyebut integrasi data dan percepatan pelayanan pertanahan dapat mempersempit celah mafia tanah.
KAI Daop 6 Yogyakarta menyediakan Wi-Fi gratis di 33 stasiun dengan kecepatan hingga 400 Mbps. Simak daftar stasiun yang mendapat fasilitas