Erupsi Anak Krakatau Batalkan 5 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Ketua Pasar Lelang Cabai Kelompok Tani Manunggal Srigading, Sunardi, berada di lahan tanaman cabai miliknya, Sabtu (12/11/2022)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, BANTUL — Petani cabai di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul mengalami kerugian hingga Rp5 miliar lantaran tanaman cabai mereka diserang patek dan jamur.
Ketua Pasar Lelang Cabai Kelompok Tani Manunggal Srigading, Sunardi, mengatakan pihaknya telah menanam cabai sejak Juli 2022 lalu. Saat masuk musim hujan, tanaman cabai mereka mulai diserang patek dan muncul jamur yang mengakibatkan ranting patah dan cabai serta daun rontok.
“Ada sekitar 40 hektare yang terserang patek dan jamur. Itu kalau bisa dipanen semua, keuntungan bisa sampai Rp10 miliar,” kata Sunardi ditemui di Srigading, Sabtu, (12/11/2022).
Paguyuban Kelompok Tani Manunggal Srigading, kata dia, tidak menanam di bulan lain karena lahan yang ada masih digunakan untuk menanam bawang. Sementara anggaran untuk menanam hingga perawatan sepenuhnya berasal dari paguyuban tersebut dengan petani cabai mencapai 200 orang.
BACA JUGA: Bersepada Sekaligus Promosi Wisata Bantul
Sunardi mengatakan bahwa kelompoknya mendapat bantuan benih bawang bombai sebanyak 1,5 kilogram, pupuk NPK, dan kapur untuk menyetabilkan pH tanah.
Sementara itu, Kepala Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, tak menampik bahwa tanaman cabai memang akan terserang patek dan jamur ketika musim hujan.
“Untuk mengantisipasi tanaman cabai yang terkena patek, kami memang sudah mengadakan [upaya] pengendalian di beberapa wilayah. Tapi memang [akibat] faktor cuaca yang mendung-hujan-mendung-hujan, akhirnya jamur tumbuh dengan subur karena didukung cuaca yang tidak menentu,” kata Joko, Senin (14/11/2022).
Faktor kedua yang memengaruhi munculnya patek dan jamur, katanya, adalah air yang tidak bisa mengalir dengan baik. “Jadi karena ada air yang megung itu ditambah juga mendung-panas-mendung-panas yang memengaruhi berkembangnya jamur,” katanya.
Joko juga menegaskan bahwa pihaknya telah menggalakkan Gerakan Pengendalaian (Gerdal). “Mereka juga sudah terbiasa [terhadap serangan patek dan jamur],” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
KK perlu diperbarui setelah menikah, cerai, kelahiran hingga perubahan data. Simak 8 kondisi, syarat, dan cara mengurusnya.
Gen Z mulai meninggalkan sapaan “halo” saat mengangkat telepon. Kebiasaan ini dipengaruhi komunikasi digital dan kekhawatiran penipuan AI.
Longsor Aceh Tengah menewaskan 1 warga dan melukai 13 orang. Material lumpur menutup sejumlah jalan dan merusak empat rumah warga.
Badan Geologi mencatat 11 gunung api erupsi hingga 7 September 2026. Gunung Ibu mencapai 25.556 kali erupsi.
Dakota Johnson dan MGK terlihat bersama di New York. Pertemuan itu kembali memicu rumor asmara, tetapi belum ada konfirmasi dari keduanya.