PDI Perjuangan DIY Luncurkan BAIS Yogyakarta untuk Soekarno Cup
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Simulasi anjing pelacak saat melacak barang bawaan penumpang dalam acara Kemenkeu Mengajar 7, di SMPN 5 Jogja, Senin (28/11/2022)/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Perwakilan DIY mengadakan Kemenkeu Mengajar 7 di SMPN 5 Jogja, Senin (28/11/2022). Program tahunan ini sebagai bentuk kepedulian Kemenkeu untuk mengenalkan tugas Kemenkeu ke masyarakat.
Arif Wibawa Kepala Kemenkeu Perwakilan DIY mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Kemenkeu dalam mencerahkan masyarakat. “Masyarakat perlu mendapat edukasi, pemahaman terkait gambaran tugas Kemenkeu, sekaligus gambaran bakti dan fungsi masyarakat kepada negara,” kata Arif, Senin.
Selain menyampaikan edukasi APBN, Arif juga berharap kepedulian siswa terhadap bangsa dan negara. Mereka harus menjadi warga yang berdisiplin tinggi, berwawasan lingkungan dan mencapai cita-cita setinggi-tingginya.
“Kita Kemenkeu ikut andil mencerdaskan masyarakat,” kata Arif.
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan sumber, dan fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Teman-teman biar tahu, APBN duitnya dari pajak dari bea cukai, untuk bangun jalan, jembatan, gedung, waduk dan yang lain. Ternyata yang ada di sekitar kita duitnya APBN, makanya begitu pentingnya sehingga mereka sadar berkontribusi untuk negara,” kata Arif.
Arif mengatakan untuk tahun 2022 Kemenkeu mengajar dilakukan secara offline serentak di sembilan sekolah di DIY dengan sukarelawan Kemenkeu Mengajar yang tergerak sekitar lebih dari 100 orang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ada pula simulasi anjing pelacak Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Jateng dan DIY.
Rio, Handler Anjing Pelacak Ditjen Bea dan Cukai Jateng dan DIY mengatakan simulasi dilakukan menggunakan anjing jenis labrador yang telah diberikan latihan dasar selama tiga bulan sehingga mampu melacak shabu yang dibawa penumpang.
“Saat orang datang, penumpang datang kami lacak, perlu kita periksa lebih dalam, kita periksa lebih dalam,” katanya.
“Di Bea dan Cukai, kami sudah melekat pengawasan terhadap narkotika melalui barang kiriman dari luar negeri ke Indonesia,” imbuhnya.
Nabilla Putri siswi kelas 9 yang mencoba simulasi tersebut mengaku takut. “Saya takut sekali. Karena takutnya ada terdeteksi narkoba [dalam simulasi],” katanya.
Kemenkeu Mengajar merupakan program tahunan yang digelar Kemenkeu untuk mensosialisasikan fungsi Kemenkeu ke siswa-siswi dan mahasiswa. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
BPKH menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 senilai Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jamaah haji reguler dan khusus.
Polsek Semin memeriksa empat saksi dalam kasus pembuangan bayi di Gunungkidul. Polisi memastikan kasus ini tidak terkait peristiwa bunuh diri di Ponjong.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)