Jadwal SIM Keliling di Sleman, Cek Jamnya di Sini
Jadwal SIM keliling Sleman 18 Juni 2026 lengkap, termasuk Simeru dan Satpas, praktis tanpa antre panjang.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA– Bdan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ketimpangan angka kemiskinan di wilayah perkotaan dan pedesaan di DIY.
Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono mengatakan jumlah penduduk miskin di DIY pada September 2022 tercatat sebanyak 463,630 orang dan naik 8,900 orang dibandingkan Maret 2022. Meski dibandingkan September 2021 warga miskin di DIY turun 10,900 orang, namun kenaikan warga miskin di DIY tersebut harus mendapatkan perhatian lebih dari Pemda DIY.
Pada September 2022 persentase penduduk miskin di perdesaan lebih banyak dibandingkan di perkotaan. Disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan sebesar 3,36 persen poin. Persentase penduduk miskin periode Maret 2022 - September 2022 di perkotaan naik sebanyak 0,08 persen poin dan di perdesaan naik sebanyak 0,35 persen poin.
"Masyarakat miskin di perkotaan 10,64 persen dan di pedesaan 14 persen. Ini juga menjadi poin seperti apa pemerintah di dalam mengentaskan kemiskinan," katanya, Rabu (18/1/2023).
Dijelaskan Sentot, program pengentasan kemiskinan dititik tekankan pada pengentasan kemiskinan ekstrem. BPS menyebut penduduk miskin dalam beberapa kategori. Sangat miskin (SM), Miskin (M), Hampir Miskin (HM), Rentan Miskin Lainnya (RML) dan Tidak Miskin (TM).
Untuk SM di DIY mencapai 3,35%, M (8,14%), HM (5,86%), RLM (23,38%) dan TM mencapai 59,27%. Masing-masing kelompok (HM dan RML) bisa berpotensi menjadi miskin dan yang masuk kelompok miskin bisa masuk SM. "Nah kelompok M bisa menjadi HM, dan kelomok HM bisa menjadi M. Begitu juga dengan kelompok RML, mereka akan dengan mudah masuk kelompok M ketika ada bencana, musibah atau wabah seperti Covid-19. Dengan demikian, maka ini harus menjadi perhatian bersama," kata Sentot.
BACA JUGA: Warga Miskin di DIY Tambah Banyak, DPRD Sarankan Ini
Kemiskinan di DIY Tertinggi se Jawa
Posisi kemiskinan DIY, kata Sentot dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia masuk 16 besar. Tingkat kemiskinan di DIY paling tinggi di Jawa dibandingkan daerah tetangga. Kemiskinan di DIY mencapai 11,49% di atas Jawa Tengah (10,98%) dan Jawa Timur (10,49%) sementara rata-rata presentase kemiskinan nasional 9,57%.
Dari jumlah tersebut, persentase penduduk miskin di DIY termasuk dari 16 provinsi di atas rata-rata nasional dan 18 provinsi di bawah rata-rata nasional. Persentase penduduk miskin tertinggi tercatat di Provinsi Papua sebesar 26,80% dan persentase penduduk miskin terendah di Provinsi Bali sebesar 4,53%.
"Artinya apa? DIY perlu ada kebijakan yang lebih intensif lagi untuk menekan angka kemsikinan. Walaupun jumlah orang miskin di DIY angkanya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Sleman 18 Juni 2026 lengkap, termasuk Simeru dan Satpas, praktis tanpa antre panjang.
Implementasi B50 mulai 1 Juli 2026 diproyeksikan menghemat devisa Rp157,28 triliun, mengurangi impor solar, dan meningkatkan nilai tambah sawit.
Rekonstruksi kasus pembunuhan perempuan di Kali Ngrowo mengungkap korban meninggal akibat kekerasan fisik sebelum jasadnya dibuang.
Ribuan jemaah menyaksikan pergantian kiswah Ka'bah di Masjidil Haram menjelang 1 Muharam. Tradisi ini sarat makna spiritual dan sejarah.
Sinergi Desa Cantik dan Reformasi Kalurahan Didorong untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.794 per dolar AS. Ketidakpastian global dan kuatnya dolar AS menjadi faktor utama tekanan kurs.