30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Ilustrasi./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, BANTUL — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pandak menjadi salah satu sekolah di Bantul yang jadi langganan banjir setiap hujan turun lebih dari dua jam. Siswa dan guru sekolah setempat disibukkan untuk bersih-bersih ruangan setiap kali banjir selama musim hujan ini.
Kepala SMKN 1 Pandak, Meiyun Wihadiyati mengakui setiap turun hujan lebih dari dua jam di sekolah yang dipimpinnnya akan tergenang, baik halaman sekolah, bahkan sampai masuk ruangan, terutama ruangan bangunan lama karena posisinya lebih rendah.
“Yang tergenang kalau banjir itu halaman dalam sekolah sama ruangan yang dibangun tahun 1993. kalau bangunan baru aman karena posisinya lebih tinggi,” katanya, Minggu (29/1/2023).
Menurutnya, lokasi SMKN 1 Pandak berada di Dusun Kadekrowo, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak. Lokasi tersebut merupakan cekungan dari dusun lainnya sehingga menjadi tempat genangan air setiap kali hujan.
Pihaknya sudah berupaya membuat drainase pembuangan air, namun karena lokasinya rendah sehingga keringnya cukup lama. “Biasanya harus menunggu satu jam lebih baru genangan air surut,” ucapnya.
Seperti misalnya saat hujan semalaman yang terjadi pada Rabu (25/1/2023) hingga Kamis (26/1/2023) dini hari lalu, air hujan menggenangi halaman sekolah sampai ruangan.
Bahkan kegiatan market day yang sedianya digelar pada pukul 08.00 WIB terpaksa mundur menjadi pukul 09.00 WIB karena siswa dan guru harus membersihkan ruangan.
Satu jam kemudian rangan bisa surut dan bersih, sementara halaman dalam sekolah yang lokasinya cekungan tetap masih tergenang sampai beberapa jam.
Dia mengaku sudah menyampaikan kondisi terjadinya genangan air setiap turun hujan lebih dari dua jam tersebut ke Pemkab Bantul dan Pemda DIY, namun sampai saat ini beluma ada tindak lanjut.
“Sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman [DPUPKP) Bantul mungkin akan didiskusikan lagi. Bangunan baru desain lebih tinggi, kami akan buat laporan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, saat dimintai konfirmasi tidak menampik bahwa SMKN 1 Pandak menjadi langganan banjir.
Pihaknya sedang mengupayakan untuk penanganan genangan air tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-ristek).
“Untuk menyesuaikan dampak banjir, dibantu usulan lewat Dana Alokasi Khusus secara bertahap. Baru usulan perbaikan lewat DAK tahun ini ya,” katanya. Untuk sementara pihaknya meminta siswa dan guru tidak meletakkan barang-barang dan dokumen berharga di lantai, melainkan diletakkan di posisi atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.