Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, BANTUL — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pandak menjadi salah satu sekolah di Bantul yang jadi langganan banjir setiap hujan turun lebih dari dua jam. Siswa dan guru sekolah setempat disibukkan untuk bersih-bersih ruangan setiap kali banjir selama musim hujan ini.
Kepala SMKN 1 Pandak, Meiyun Wihadiyati mengakui setiap turun hujan lebih dari dua jam di sekolah yang dipimpinnnya akan tergenang, baik halaman sekolah, bahkan sampai masuk ruangan, terutama ruangan bangunan lama karena posisinya lebih rendah.
“Yang tergenang kalau banjir itu halaman dalam sekolah sama ruangan yang dibangun tahun 1993. kalau bangunan baru aman karena posisinya lebih tinggi,” katanya, Minggu (29/1/2023).
Menurutnya, lokasi SMKN 1 Pandak berada di Dusun Kadekrowo, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak. Lokasi tersebut merupakan cekungan dari dusun lainnya sehingga menjadi tempat genangan air setiap kali hujan.
Pihaknya sudah berupaya membuat drainase pembuangan air, namun karena lokasinya rendah sehingga keringnya cukup lama. “Biasanya harus menunggu satu jam lebih baru genangan air surut,” ucapnya.
Seperti misalnya saat hujan semalaman yang terjadi pada Rabu (25/1/2023) hingga Kamis (26/1/2023) dini hari lalu, air hujan menggenangi halaman sekolah sampai ruangan.
Bahkan kegiatan market day yang sedianya digelar pada pukul 08.00 WIB terpaksa mundur menjadi pukul 09.00 WIB karena siswa dan guru harus membersihkan ruangan.
Satu jam kemudian rangan bisa surut dan bersih, sementara halaman dalam sekolah yang lokasinya cekungan tetap masih tergenang sampai beberapa jam.
Dia mengaku sudah menyampaikan kondisi terjadinya genangan air setiap turun hujan lebih dari dua jam tersebut ke Pemkab Bantul dan Pemda DIY, namun sampai saat ini beluma ada tindak lanjut.
“Sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman [DPUPKP) Bantul mungkin akan didiskusikan lagi. Bangunan baru desain lebih tinggi, kami akan buat laporan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, saat dimintai konfirmasi tidak menampik bahwa SMKN 1 Pandak menjadi langganan banjir.
Pihaknya sedang mengupayakan untuk penanganan genangan air tersebut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-ristek).
“Untuk menyesuaikan dampak banjir, dibantu usulan lewat Dana Alokasi Khusus secara bertahap. Baru usulan perbaikan lewat DAK tahun ini ya,” katanya. Untuk sementara pihaknya meminta siswa dan guru tidak meletakkan barang-barang dan dokumen berharga di lantai, melainkan diletakkan di posisi atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.
PP Perbasi mengumumkan 12 pemain Timnas Basket Putra Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk dua pemain naturalisasi.