DPRD DIY Desak Izin SPPG Penyebab Keracunan Dicabut
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Sejumlah warga sedang melihat jembatan di Dusun Gabugan, Songbanyu, Minggu (31/1/2021), yang rusak akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (30/1/2021) malam. /Ist SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menyampaikan peringatan dini pada potensi hujan disertai petir atau cuaca ekstrem sampai 6 Februari 2023 mendatang. Beberapa hari ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah DIY.
Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi mengatakan masyarakat diimbau untuk waspada pada potensi cuaca ekstrim. Berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di lokasi rawan.
"BMKG DIY mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk 4 sampai 6 Februari ini. Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan berpotensi angin kencang di seluruh wilaya DIY," ucapnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (4/2/2023).
BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Gunungkidul, Gedangsari
Dia menjelaskan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, Madden Julien Oscillation (MJO) berada di fase tiga yang mulai aktif utamanya di sebelah Barat Indonesia. Indeks Southern Oscillation Index (SOI) bernilai +12, berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan di Indonesia.
Kemudian gelombang Rossby Ekuator aktif di wilayah Jawa bagian Selatan. Kondisi tersebut juga didukung dengan adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa dan Samudera Hindia Barat Bengkulu yang menyebabkan terbentuknya pola konvergensi (pertemuan arus angin) dan shearline (belokan angin) di wilayah Jawa dan Perairan Selatan Jawa.
"Sehingga memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY. Profil vertikal kelembaban udara yang relatif tinggi mencapai >80 persen dan labilitas lokal yang cukup kuat turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di DIY," jelasnya.
Kepala kelompok data dan informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengatakan secara umum di wilayah DIY sudah masuk periode musim hujan. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini pergerakan monsun Asia atau angin Baratan yang biasanya membawa hujan semakin menguat di wilayah Jawa khususnya DIY.
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung sampai Februari
"Dengan menguatnya angin Baratan menyebabkan potensi munculnya hujan sedang hingga lebat selama tujuh hari," ucapnya.
Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan genangan, banjir, hingga tanah longsor di wilayah yang hujan lebat. Oleh karena itu masyarakat diminta tetap waspada. "Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho roboh."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan berbagai pilihan transportasi bagi masyarakat yang ingin mengunjungi BNI wondrX 2026 di ICE BSD
Thai Honda meluncurkan New Honda Monkey EX Custom Edition bergaya balap BAJA di Thailand dengan harga 121.900 baht atau sekitar Rp66 juta.
Wisata jip Gumuk Pasir Parangtritis menawarkan tiga paket mulai Rp400.000, lengkap dengan rute pantai, offroad dan dokumentasi gratis.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Tiga HP rugged untuk pemadam kebakaran dengan sertifikasi IP68, IP69K dan MIL-STD-810H, serta pilihan baterai hingga 25.500 mAh.