Pelatkab Sleman Dimulai, Target Juara Umum PORDA DIY 2027
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Sejumlah warga sedang melihat jembatan di Dusun Gabugan, Songbanyu, Minggu (31/1/2021), yang rusak akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (30/1/2021) malam. /Ist SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menyampaikan peringatan dini pada potensi hujan disertai petir atau cuaca ekstrem sampai 6 Februari 2023 mendatang. Beberapa hari ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah DIY.
Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi mengatakan masyarakat diimbau untuk waspada pada potensi cuaca ekstrim. Berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di lokasi rawan.
"BMKG DIY mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk 4 sampai 6 Februari ini. Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan berpotensi angin kencang di seluruh wilaya DIY," ucapnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (4/2/2023).
BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Gunungkidul, Gedangsari
Dia menjelaskan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, Madden Julien Oscillation (MJO) berada di fase tiga yang mulai aktif utamanya di sebelah Barat Indonesia. Indeks Southern Oscillation Index (SOI) bernilai +12, berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan di Indonesia.
Kemudian gelombang Rossby Ekuator aktif di wilayah Jawa bagian Selatan. Kondisi tersebut juga didukung dengan adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa dan Samudera Hindia Barat Bengkulu yang menyebabkan terbentuknya pola konvergensi (pertemuan arus angin) dan shearline (belokan angin) di wilayah Jawa dan Perairan Selatan Jawa.
"Sehingga memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY. Profil vertikal kelembaban udara yang relatif tinggi mencapai >80 persen dan labilitas lokal yang cukup kuat turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di DIY," jelasnya.
Kepala kelompok data dan informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengatakan secara umum di wilayah DIY sudah masuk periode musim hujan. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini pergerakan monsun Asia atau angin Baratan yang biasanya membawa hujan semakin menguat di wilayah Jawa khususnya DIY.
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung sampai Februari
"Dengan menguatnya angin Baratan menyebabkan potensi munculnya hujan sedang hingga lebat selama tujuh hari," ucapnya.
Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan genangan, banjir, hingga tanah longsor di wilayah yang hujan lebat. Oleh karena itu masyarakat diminta tetap waspada. "Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho roboh."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Jadwal SIM Keliling Bantul Juli 2026 lengkap. Cek lokasi Manding, jam layanan, biaya, dan syarat agar tak kehabisan antrean.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Rabu 8 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 8 Juli 2026 di Godean. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C agar proses cepat tanpa antre panjang.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.