RUU Perubahan Iklim Ditargetkan Rampung 2027, Investasi Dibidik
RUU Perubahan Iklim ditargetkan rampung pada 2027 untuk memberi kepastian hukum bagi investor dan mendukung kebutuhan investasi iklim Indonesia.
Sejumlah wartawan asal negara Arab Saudi melihat dari dekat proses pembuatan gerabah di Desa Wisata Kasongan, Bantul, Kamis (13/12/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA— Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X meminta pengusaha produk kerajinan baik perhiasan maupun batik, memberikan upah yang lebih baik kepada para perajin lokal di wilayahnya.
"Karena keprihatinan saya tenaga-tenaga pembatik, tenaga-tenaga yang membuat perhiasan seperti di Kota Gede dan sebagainya, itu harapan saya meningkat penghasilannya," kata Sultan HB X pada Perayaan Satu Tahun Teras Malioboro di Pelataran Teras Malioboro 1, Yogyakarta, Selasa (8/2/2023).
Menurut Sultan, jika upah yang didapatkan para perajin di DIY masih kecil maka regenerasi sulit dilakukan sehingga hanya diisi oleh para orang tua.
"Selama para pengusaha itu bikin kain batik dari apa pun entah sutera atau katun untuk perhiasan, untuk aksesori itu tetap penghasilannya kecil, saya yakin yang kerja hanya orang tua, tidak akan ada pemuda yang mau [menjadi perajin]," kata Sultan.
Padahal, menurut dia, pada tahun ini Pemda DIY memproyeksikan bisnis fesyen yang juga mencakup aneka produk kerajinan meliputi batik, perhiasan, hingga aksesori bakal mampu mendorong pertumbuhan ekonomi DIY.
Ia menilai bisnis itu memiliki potensi cukup besar untuk terus tumbuh dan berkembang di wilayahnya.
"Fesyen itu tidak sekadar kita bicara baju atau celana. Fesyen itu ya kelengkapan dari itu, ada sepatu, kaus kaki, kalau ibu-ibu ya ada aksesori, perhiasan, ada tas, topi, ada gift entah dari rotan, kayu atau besi. Potensi itu di Yogyakarta sengat besar," ujar dia.
BACA JUGA: Pesawat Susi Air Hilang, Polri Masih Cari Pilot dan Penumpang
Karena itu, ia berharap kalangan pengusaha atau pedagang produk kerajinan, termasuk yang ada di Teras Malioboro 1 maupun 2 memiliki kesadaran untuk ikut meningkatkan kesejahteraan para perajin.
Tanpa memperhatikan hal itu, Sultan khawatir usaha aneka produk kerajinan di provinsi ini lambat laun akan mati karena tidak ada regenerasi.
"[Pengusaha] jangan mau untung sendiri, harganya [dijual] jutaan tapi memberikan upah [perajin] relatif kecil, maka makin lama bukan tumbuh tapi makin lama akan mati karena tidak ada orang muda yang mau menggantikan pembatik-pembatik di Yogyakarta karena upah yang tidak memungkinkan," tutur Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
RUU Perubahan Iklim ditargetkan rampung pada 2027 untuk memberi kepastian hukum bagi investor dan mendukung kebutuhan investasi iklim Indonesia.
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Batuk lebih dari dua pekan, demam malam, dan berat badan turun bisa menjadi gejala TB. Kenali tanda-tandanya dan kapan harus periksa.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp2,08 miliar dari setoran pejabat pemkab dan potongan upah pungut.