PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Petugas sedang evakuasi warga yang diduga menceburkan diri ke sumur di Kapanewon Senotolo, Kulonprogo pada Jumat (10/2/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO — Akibat depresi, seorang pria berinisial Mnd, warga Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo menceburkan diri ke dalam sumur pada Jumat (10/2/2023) sekitar pukul 02.57 WIB.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan kejadian berawal ketika saksi bernama Subakri warga Sentolo melintas dekat musala di Padukuhan Ndisil. “Saksi merasa kaget karena lampu penerangan musala hidup semua. Subakri kemudian memanggil temannya untuk ikut mengecek,” kata Noviartuti, Jumat (10/2/2023).
Ketika mereka mengecek, Subakri dan temannya mendapati kendaraan milik korban beserta jaketnya. Tidak disangka saksi bertemu dengan korban sebelum diduga menceburkan diri ke sumur.
Noviartuti mengatakan bahwa karena diduga korban mengalami gangguan kejiwaan, korban yang seorang lelaki tersebut memakai mukena dan mengajak saksi untuk sholat jenazah dengan wajahnya yang pucat.
“Korban mengajak saksi untuk Salat Jenazah. ‘Ayo sholah jenazah e Mn. Aku ini ibunya Mn. Dia sudah mati!’ kata korban seperti itu. Nah, saksi kemudian lari untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat dan Dukuh Ndisil,” katanya.
BACA JUGA: Pelaku Penembakan Massal saat Imlek di Los Angeles Tewas Bunuh Diri
Ketika kembali ke tempat semula, korban telah menghilang. Setelah itu, mereka bersama-sama mencari keberadaan korban tetapi gagal. Meski begitu, mereka menemukan celana panjang dan baju serta tas berada di Selatan musala. “Pencarian berlanjut ketika saksi mendapati sandal korban di lokasi sumur. Dukuh Ndisil lalu menghubungi Polsek Sentolo untuk meminta bantuan,” ucapnya.
Polsek Sentolo lalu melakukan penyisiran di dalam sumur setelah menemukan kain putih di dalam. Penyisiran dilakukan menggunakan besi. Korban pun didapati telah terbujur di dalam sumur yang memiliki kedalaman sekitar 10 meter.
“Selanjutnya piket Pawas Polsek Sentolo Aiptu Ibnu Widiantoro melakukan koordinasi dengan Inafis Polres Kulonprogo, Basarnas Yogyakarta, dan PMI Kulonprogo mengevakuasi,” ucap dia.
Sekitar pukul 04.15 WIB, Basarnas, PMI, dan INAFIS tiba di TKP. Mereka lalu mengevakuasi korban. Evakuasi tersebut memerlukan waktu hingga satu jam. Korban kemudian dibawa ke RS Nyi Ageng Serang untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.
“Menurut keterangan saksi serta warga sekitar. Korban terlihat bertingkah laku aneh sejak sekitar tiga bulan lalu. Korban diduga depresi dan kemudian bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sumur dekat Mushola,” ujar dia.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.
Bareskrim Polri ajukan Red Notice Interpol untuk Lukmanul Hakim, bandar sabu jaringan internasional yang diduga operasi plastik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.