Program MBG di DIY Jangkau 888.963 Penerima hingga Mei 2026
Program Makan Bergizi Gratis di DIY telah menjangkau 888.963 penerima hingga Mei 2026 dengan realisasi anggaran mencapai Rp835,55 miliar.
Gunung Merapi terlihat pada Minggu (12/3/2023)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Panas terik terasa dalam beberapa hari terakhir di Jogja dan sekitarnya di DIY. Sebagian menyebut cuaca ini berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Merapi. Benarkah demikian?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengatakan panas menyengar beberapa hari ini tidak ada kaitannya dengan erupsi Gunung Merapi. Hal tersebut disampaikan Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi.
"Cuaca terik dipengaruhi oleh kelembaban perlapisan 700 milibar sampai dengan 500 milibar. Ini sangat kering hingga mencapai 30 persen, sehingga sinar Matahari langsung menembus permukaan Bumi. Sampai di permukaan Bumi, sinar Matahari kembali dipantulkan kembali ke atmosfer," ucapnya kepada harianjogja.com, Senin (13/3/2023).
Milibar atau mb adalah satuan tekanan udara. Dia menjelaskan berkurangnya intensitas hujan beberapa hari ke belakang di Jogja dan sekitarnya di DIY salah satunya karena adanya pola tekanan rendah di utara Papua. Ini menyebabkan pola konvergensi bergeser ke perairan utara Jawa, sehingga mengurangi massa uap air hujan di wilayah DIY.
BACA JUGA: Abu Merapi Tidak Turun di Jogja dan Malah Menyebar ke Magelang Hingga Wonosobo, Ini Penyebabnya
"Untuk wilayah DIY potensi hujan akan kembali terjadi setelah tanggal 15 [Maret] dengan intensitas ringan hingga sedang," paparnya.
Potensi hujan terjadi pada siang hingga sore, serta menjelang malam hari, khusus di Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Menurutnya peningkatan curah hujan pada 15 Maret 2023 akan merata di seluruh wilayah DIY.
Dia menyampaikan masyarakat perlu waspada pada Maret hingga Mei 2023 karena di wilayah Jawa, khususnya Jogja dan sekitarnya akan memasuki masa pancaroba atau peralihan. Di masa pancaroba ini, potensi cuaca ekstrim cukup besar.
"BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memperkirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan sedang-lebat disertai kilat atau petir, angin kencang, hujan es, dan angin puting beliung dapat terjadi pada masa peralihan ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis di DIY telah menjangkau 888.963 penerima hingga Mei 2026 dengan realisasi anggaran mencapai Rp835,55 miliar.
KFC Jepang menutup aplikasi pemesanan setelah mitra logistik Nichirei Group terkena serangan siber yang mengganggu distribusi bahan baku.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
Pemotor di Turi, Sleman, tertimpa pohon melinjo setelah pohon kelapa roboh. Korban masih menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.