Advertisement

Variasi Bahan Pangan Cegah Inflasi Saat Ramadan

Media Digital
Kamis, 16 Maret 2023 - 21:46 WIB
Budi Cahyana
Variasi Bahan Pangan Cegah Inflasi Saat Ramadan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa - Istimewa

Advertisement

SLEMAN—Sepekan lagi masyarakat akan memasuki bulan suci Ramadan 1444 H. Momentum ini telah ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim dunia. Banyak yang sudah bersiap dalam menyambut bulan suci Ramadhan, mulai dari meningkatkan aktivitas beribadah, mengatur jadwal berkegiatan hingga mempersiapkan fisik agar pelaksanaan puasa dapat berjalan dengan lancar.

"Salah satu cara menjaga stamina fisik agar tetap baik saat menjalankan ibadah puasa adalah dengan memastikan asupan gizi konsumsi harian dapat terpenuhi secara seimbang. Biasanya para Ibu sudah menyiapkan daftar menu untuk memastikan asupan gizi keluarga terpenuhi dengan baik," kata Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Rabu (15/3/2023).

Advertisement

Dia mengatakan secara umum dalam satu hari manusia membutuhkan 2.100 kalori. Walaupun kebutuhan kalori per hari tiap orang bisa berbeda tergantung kondisi tubuh dan aktivitas. Kalori merupakan banyaknya energi yang terkandung dalam asupan makanan atau minuman untuk melakukan aktivitas fisik.

"Saat puasa asupan kalori harus tetap terpenuhi walaupun pola makan berubah. Tentunya, kita harus tetap memenuhi makronutrien dan minkronutrien (vitamin dan mineral) tubuh secara seimbang," katanya.

Menurut Danang, untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh juga perlu diimbangi dengan pemilihan bahan pangan yang seimbang. Pemilihan bahan pangan dapat dilakukan dengan berbagai variasi sumber karbohidrat, protein maupun lemak. Misal dalam pemenuhan protein hewani, masyarakat tidak hanya terpaku dalam konsumsi daging, tapi dapat diganti dengan konsumsi, ayam, ikan maupun telur.

"Jika ditilik lebih jauh, pola konsumsi masyarakat terhadap bahan pangan dapat berpotensi pada terjadinya kondisi inflasi. Mengingat ketika masyarakat hanya mengkonsumsi satu jenis bahan pangan dalam memenuhi kebutuhan kalori hariannya, maka akan terjadi peningkatan permintaan pasar yang jika tidak diimbangi dengan pasokan barang yang memadai maka akan terjadi kelangkaan barang di pasaran," ujarnya.

Menurut Danang, berdasarkan prediksi stok bulanan dan kumulatif bahan pangan berkaitan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada bulan Maret 2023 stok beras, daging ayam, telur, cabe merah, cabe rawit, ikan mengalami surplus dan cenderung aman. Sementara untuk stok daging sapi dan bawang merah mengalami defisit namun kekurangan pasokan daging sapi dan bawang merah kita penuhi melalui pasokan daging dari Segoroyoso dan impor lewat distributor, sedang bawang merah diperoleh dari distributor yang ada.

Walaupun kondisi defisit dapat terpenuhi melalui pasokan dari sumber lainnya, katanya, namun penting bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan bahan pangan yang berbeda jenis dan variasinya namun tetap dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien. "Pemanfaatan bahan pangan secara merata sesuai kegunaannya menjadi di antara upaya yang dapat diterapkan dalam meminimalisir potensi munculnya inflasi pada barang ataupun jasa," ujarnya.

Sebagai gambaran, konsumsi harian penduduk Sleman (rumah tangga tidak termasuk hotel dan lainnya) untuk beras mencapai 195, 439 ton, daging sapi mencapai 1,454 ton, daging ayam mencapai 22,649 ton, telur mencapai 25,457 ton, cabe merah mencapai 4,159 ton, cabe rawit mencapai 2,636 ton, serta bawang merah mencapai 8,364 ton dengan jumlah penduduk 1.097.955jiwa.

"Maka jika masyarakat Sleman dapat menerapkan pola konsumsi melalui penggunaan bahan pangan yang merata tentu akan menjadi bentuk dukungan positif bagi berbagai kebijakan dan program pemerintah dalam menekan inflasi daerah," katanya.

Dia mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk dapat secara kreatif menggunakan bahan pangan yang ada. Jangan terpaku hanya kepada salah satu bahan jenis pangan saja namun juga mari ekplorasi penggunaan variasi bahan pangan lainnya dalam memenuhi gizi seimbang. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Alihkan Kuota Haji Reguler ke Furoda, Kemenag Disebut Sembrono

News
| Kamis, 20 Juni 2024, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja, Pasar Beringharjo Gudangnya Makanan Legendaris

Wisata
| Selasa, 18 Juni 2024, 17:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement