Eko Suwanto: Maulid Nabi Muhammad SAW Momentum Perkuat Semangat Persatuan Bangsa
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah.
Talkshow Pendampingan Menggunakan Internet untuk Generasi Muda./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Anak muda di Kulonprogo diajak untuk mengerti dan paham soal bijak dalam literasi digital. Salah satu upaya edukasi yang diberikan oleh pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) adalah melalui Program Gerakan Nasional Literasi Digital Indonesia (2020-2024).
Program tersebut memiliki empat pilar yang menjadi bagian dari kerangka kerja pengembangan kurikulum Literasi Digital. Pertama, digital skill atau kecakapan digital, yakni kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua adalah digital culture atau budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK.
Ketiga, digital ethics atau etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara yang keempat adalah digital safety atau kemanan digital adalah kemampuan user (pengguna) dalam mengenali, memolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran pelindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu agenda untuk mewujudkan keempat pilar Program Gerakan Nasional Literasi Digital itu adalah melalui Festival Literasi Digital untuk Komunitas Masyarakat Kulonprogo. Sebagai bagian dari festival ini, Kemenkominfo mengadakan gelar wicara bertajuk Pendampingan Menggunakan Internet untuk Generasi Muda yang digelar di Stadion Cangkring, Wates, Sabtu (18/3/2023) mulai pukul 14.00 WIB. Selain itu ada juga Talkshow Pendampingan Menggunakan Internet untuk Genrasi Muda pada 19 Maret 2023.
Gelar wicara itu menghadirkan sejumlah narasumber yang terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, narasumber yang hadir adalah Staf Khusus Kemenkominfo, J.H Philip M. Gobang; Manajer ceritasantri.id sekaligus Koordinator Bidang Media dan TI PW Fatayat NU DIY, Aina Masrurin; serta influencer, Tamyus Rohman.
Sementara pada sesi kedua, narasumber yang hadir adalah Staf Khusus IKP, Transformasi Digital, dan Hubungan Antarlembaga Kemenkominfo, Dr. Rosarita Niken Widiastuti; perwakilan redaksi islami.co, Anwar Kurniawan; serta influencer, Loka Marsudi. Sementara di penutup acara, bakal tampil hiburan musik oleh grup band asal Jogja, Endank Soekamti.
Melalui rilis yang diterima Starjogja.com, gelar wicara tersebut diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya Kulonprogo tentang pentingnya membangun kesadaran digital. Edukasi itu dilakukan melalui beberapa hal, yakni pengetahuan tentang Internet masa kini kepada masyarakat; pengetahuan tentang literasi digital; serta pengetahuan tentang pentingnya pendampingan menggunakan Internet.
Dengan begitu, diharapkan kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat khususnya para orang tua untuk dapat memberikan pendampingan atau pengawasan khusus bagi generasi muda dalam menggunakan Internet.
“Sehingga penggunaan Internet pun dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari dan meminimalisir menyalahgunaan media digital,” dikutip dari rilis, Jumat (17/3/2023).
Perlu diketahui, berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2021-2022, tingkat penetrasi Internet tertinggi adalah oleh kelompok usia 13-18 tahun mencapai 99,16%.
Di urutan kedua ditempati oleh kelompok usia 19-34 tahun dengan tingkat penetrasi Internet sebesar 98,64%. Selanjutnya, tingkat penetrasi Internet di rentang usia 35-54 tahun sebesar 87,30%. Tingkat penetrasi Internet di kelompok umur 5-12 tahun sebesar 62,43%. Sedangkan, persentasenya di usia 55 tahun ke atas hanya sebesar 51,73%.
Adapun, tingkat penetrasi Internet di Indonesia mencapai 77,02%. Angka tersebut naik 3,32% dibandingkan pada periode sebelumnya yang sebesar 73,70%.
Itulah sebabnya, bisa disimpulkan bahwa generasi muda merupakan pengakses Internet terbanyak sehingga memang dibutuhkan edukasi yang masif dalam menggunakan Internet. Edukasi penggunaan Internet terhadap generasi muda harus dilakukan secara bijak. Salah satunya, dengan memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif saat berinternet. Dengan begitu, akan tercipta masyarakat yang cerdas dan produktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.