Beasiswa Sleman Pintar Genjot Target 1 Sarjana per Keluarga Miskin
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
Suasana Ambarukmo Plaza pada Senin (10/4/2023)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Suasana pusat-pusat perbelanjaan mulai ramai mendekati Lebaran. Gerai fesyen menjadi salah satu pusat keramaian yang ramai dikunjungi para konsumen.
Regional Manager Jawa Tengah 2 Matahari Dept Store, Paulus Mujono menerangkan terjadi kenaikan transaksi pembelian fesyen mendekati Lebaran. Kenaikan rata-rata transaksi ini terjadi di seluruh gerai di DIY.
Kenaikan transaksi yang terjadi bahkan jauh lebih tinggi bila dibanding dengan hari biasa di luar musim lebaran. Tak tanggung-tanggung, kenaikan transaksi di gerai fesyen ini tembus melebihi angka 100 persen.
"Kalau untuk transaksinya kita di Jogja itu bisa average sampai 105 persen. Itu dikomparasi dengan hari biasa. Bulan biasa non season lebaran," jelasnya pada Senin (10/4/2023).
Jika dibandingkan dengan capaian transisi lebaran tahun sebelumnya, transaksi belanja fesyen di Matahari di wilayah DIY pada 2023 ini juga masih lebih tinggi. "Kalau dikomparasikan dengan lebaran tahun lalu, kenaikan untuk transaksinya masih di kisaran 5-6 persen," jelasnya.
Baca juga: Berapa Kenaikan Konsumsi BBM di Jateng dan DIY? Ini Prediksi Pertamina
Capaian ini diproyeksi Paulus masih belum mencapai puncaknya. Satu sampai tiga hari pasca batas maksimal pengucuran THR pekerja diprediksi akan menjadi puncak transaksi belanja fesyen di Matahari di wilayah DIY.
"Puncaknya nanti itu kita prediksi antara tanggal 14 sampai dengan 20 April itu puncak-puncaknya. Tapi puncak paling tinggi itu 14-16 April itu puncak paling tinggi," ujarnya.
Untuk menggenjot transaksi, toko juga mengadakan diskon sampai mendekati tengah malam atau late night sale untuk menampung potensi membeludaknya animo konsumen pada malam hari atau lepas jam kerja. "Late Night Sale kita sudah mulai, jadi kemarin kita kaya tanggal 8, 9 kita ada Late Night Sale, tanggal 1, tanggal 2. Terus di masing masing mal juga ada Late Night Sale, kaya di Pakuwon Jogja di Amplaz itu," terangnya.
Ditinjau dari waktunya, akhir pekan masih jadi sasaran utama para konsumen untuk berbelanja di gerai Matahari. Transaksi dan kunjungan pengunjung pada Jumat, Sabtu dan Minggu cenderung lebih ramai dibanding dengan hari kerja lainnya.
Sementara dari ragam jenis fesyennya, koleksi pakaian muslim masih menjadi primadona utama di awal hingga pertengahan ramadan ini. Kecenderungan pembelian jenis fesyen ini dijelaskan Paulus baru akan bergeser mendekati lebaran nanti. Pakaian jenis kasual akan lebih banyak terjual mendekati lebaran.
"Untuk market milenial, market muda memang masih cari tren fesyen yang kita sediakan juga. Tapi persentasenya masih dibawah dari pada muslim collection. Mungkin karena ini belum puncaknya. Nanti akan kelihatan muslim collection turun itu di kala minggu terkahir puasa. Baru yang naik yang lain, biasanya yang naik tinggi itu di kasual memang, denim, T-shirt, polo itu naiknya cukup signifikan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
Ekspor DIY Mei 2026 naik tipis, industri pengolahan dominan. Simak data lengkap ekspor, impor, dan surplus neraca perdagangan terbaru.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani diperiksa KPK usai OTT. Simak kronologi kasus dan daftar lengkap OTT KPK sepanjang 2026 yang makin panjang.
RANS Entertainment resmi IPO dan langsung ARA di hari pertama. Simak kinerja saham, dana yang dihimpun, dan rencana ekspansi bisnisnya.
Kurs rupiah menguat tipis ke Rp18.065 per dolar AS. Simak faktor global dan domestik yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon