Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Penampilan sendratari oleh Sanggar Tari Shinta Art Dance dalam peringatan hari tari sedunia di Balai desa Mulyodadi pada Sabtu (29/4/2023)
Harianjogja.com, BANTUL—Penyebarluasan tari tradisional Jawa dinilai mendapat tantangan belakangan ini. Antusiasmenya masih kalah dengan tari modern atau K-Pop yang sekarang banyak digandrungi anak-anak muda.
"Kita maunya tari tradisional Jawa ke depan itu bisa mendapat perhatian yang banyak dari khalayak terutama generasi muda," kata owner Sanggar Tari Shinta Art Dance, Shinta Restu Wibawa, Sabtu (29/4/2023) malam saat peringatan hari tari sedunia.
Menurut Shinta, penyebarluasan tari tradisional Jawa lebih banyak mendapat tantangan dari sisi eksternal. Mengenalkan budaya baru kepada masyarakat yang bukan dari daerah asal kebudayaan itu menurut dia membutuhkan kerja ekstra.
"Lebih kepada cara mengemas agar orang suka. Sangat susah memang membawa penonton bisa ikut serta dengan apa yang disampaikan lewat tarian," kata dia.
Peringatan hari tari sedunia itu juga dimanfaatkan sanggar tersebut untuk melakukan ujian pementasan bagi para peserta didik. Beragam jenis tarian ditampilkan secara berkelompok dan diakhiri dengan pagelaran sendratari di Balai Desa Mulyodadi.
"Ujian pementasan ini sebenarnya setiap tahun dan kebetulan karena Covid-19 sudah reda sekaligus kita selenggarakan untuk memperingati hari tari sedunia," katanya.
Pada tahun ini sanggar tari itu sudah memasuki usianya yang kesembilan tahun. Sekarang ada sebanyak 300 an murid yang belajar tari di sanggar itu. Tempat itu kini menjadi wadah bagi lintas generasi untuk mengembangkan minat dan bakat di sektor kesenian tari. "Kita tidak hanya mengajarkan kemampuan seni tari tapi juga moral, sekarang kami ada lima kelas yakni A, B, C, D, dan kelas tari klasik," jelasnya.
Lurah Mulyodadi Ari Sapto Nugroho menyebut, para peserta Sanggar Tari Shinta Art Dance sudah sering tampil di berbagai acara kesenian dan kebudayaan. Sanggar tari itu dinilainya merupakan aset penting dari desa setempat dalam menggembleng anak-anak muda untuk melestarikan kebudayaan Jogja.
"Sanggar ini sudah sering mewakili desa ini dalam berbagai kegiatan. Kreasi tari baru yang ditampilkan bisa mengikuti perkembangan zaman," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.