Aturan Toko Modern Bantul Berubah, Jarak Jadi 1 Km, Wajib Rekrut 50% Pekerja Lokal
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
Penampilan sendratari oleh Sanggar Tari Shinta Art Dance dalam peringatan hari tari sedunia di Balai desa Mulyodadi pada Sabtu (29/4/2023)
Harianjogja.com, BANTUL—Penyebarluasan tari tradisional Jawa dinilai mendapat tantangan belakangan ini. Antusiasmenya masih kalah dengan tari modern atau K-Pop yang sekarang banyak digandrungi anak-anak muda.
"Kita maunya tari tradisional Jawa ke depan itu bisa mendapat perhatian yang banyak dari khalayak terutama generasi muda," kata owner Sanggar Tari Shinta Art Dance, Shinta Restu Wibawa, Sabtu (29/4/2023) malam saat peringatan hari tari sedunia.
Menurut Shinta, penyebarluasan tari tradisional Jawa lebih banyak mendapat tantangan dari sisi eksternal. Mengenalkan budaya baru kepada masyarakat yang bukan dari daerah asal kebudayaan itu menurut dia membutuhkan kerja ekstra.
"Lebih kepada cara mengemas agar orang suka. Sangat susah memang membawa penonton bisa ikut serta dengan apa yang disampaikan lewat tarian," kata dia.
Peringatan hari tari sedunia itu juga dimanfaatkan sanggar tersebut untuk melakukan ujian pementasan bagi para peserta didik. Beragam jenis tarian ditampilkan secara berkelompok dan diakhiri dengan pagelaran sendratari di Balai Desa Mulyodadi.
"Ujian pementasan ini sebenarnya setiap tahun dan kebetulan karena Covid-19 sudah reda sekaligus kita selenggarakan untuk memperingati hari tari sedunia," katanya.
Pada tahun ini sanggar tari itu sudah memasuki usianya yang kesembilan tahun. Sekarang ada sebanyak 300 an murid yang belajar tari di sanggar itu. Tempat itu kini menjadi wadah bagi lintas generasi untuk mengembangkan minat dan bakat di sektor kesenian tari. "Kita tidak hanya mengajarkan kemampuan seni tari tapi juga moral, sekarang kami ada lima kelas yakni A, B, C, D, dan kelas tari klasik," jelasnya.
Lurah Mulyodadi Ari Sapto Nugroho menyebut, para peserta Sanggar Tari Shinta Art Dance sudah sering tampil di berbagai acara kesenian dan kebudayaan. Sanggar tari itu dinilainya merupakan aset penting dari desa setempat dalam menggembleng anak-anak muda untuk melestarikan kebudayaan Jogja.
"Sanggar ini sudah sering mewakili desa ini dalam berbagai kegiatan. Kreasi tari baru yang ditampilkan bisa mengikuti perkembangan zaman," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.
Hujan sedang hingga deras memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.