Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Kondisi Rest Area JJLS di Kalurahan Nglindur, Girisubo. Selasa (11/4/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP A Purwanta menilai keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) mampu mengurai kemacetan di jalur wisata, khususnya di jalan utama Jogja-Wonosari selama libur Lebaran.
Pasalnya arus kepulangan wisata ini bisa teruarai lebih cepat dibandingkan penyelenggaraan di tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Kaca Pecah, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan Kantor MUI
“Tahun lalu baru bisa teruarai sekitar pukul 22.00 WIB, tapi Lebaran kali ini pukul 20.30 WIB sudah bisa lancar kepulangan wisatawan di jalan JJLS Jogja-Wonosari,” kata Purwanta kepada wartawan, Selasa (2/5/2023).
Dia menjelaskan, untuk mengantasi penumpukan kendaraan di jalur utama sudah disiapkan skenario sejak awal. Bagi pengunjung yang akan pulang ke Kota Jogja sudah mulai dipecah pada saat keluar kawasan pantai.
Pengendara diarahkan untuk melewati JJLS ke barat menuju wilayah Bantul. Cara ini dinilai efektif sehingga tingkat kepadatan di jalur utama bisa dikurangi sehingga laju kendaraan bisa lebih cepat dan lancar.
Hal yang sama juga terlihat di kawasan wisata pantai karena tidak ada kemacetan atau penumpukan kendaraan. Pasalnya, dengan melalui JJLS menghubungkan ke Tempat Pemungutan Restribusi (TPR) di sejumlah pantai.
“Sebelum JJLS dibuka akses masuk hanya dari pos Baron dan JJLS. Tapi, setelah dibuka banyak alternatif pintu masuk sehingga tidak ada kemacetan kendaraan saat akan masuk ke pantai,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono. Menurut dia, tidak ada penumpukan kendaraan di jalur wisata karena kelancaran arus tidak lepas dibukanya JJLS sehingga akses lebih mudah karena pilihan pintu masuk lebih mudah.
“JJLS sangat membantu dalam memberikan kemudahan akses kunjungan wisatawan di pantai,” katanya.
Dia mengungkapkan, pada saat libur Lebaran mulai 19-30 April menargetkan kunjungan wisata sebanyak 186.000 pengunjung. Jumlah ini diklaim terlampaui karena hingga Ahad (30/4/2023) petang kunjungan mencapai 217.440 orang.
“Melampaui target yang kami canangkan saat persiapan libur Lebaran,” kata Hary.
Kunjungan yang melampaui target juga berdampak terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi masuk kawasan pariwisata. Di saat persiapan liburan, target pendapatan hanya sebesaar Rp1,35 miliar, namun pencapaiannya sebesar Rp1,68 miliar.
“Kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang membantu kelancaran pelaksanaan libur Lebaran di JJLS tahun ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.