Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi pengemudi melintasi jalan tol Jogja Solo yang dibuka fungsional di Sawit, Boyolali, Jawa Tengah./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses pembebasan lahan tol Jogja-Solo juga terus berlanjut. PPK pembebasan lahan tol Jogja Solo, Dian Ardiyansyah, menuturkan persentase berdasarkan bidang, lahan yang telah dibebaskan pada seksi 1 sebesar 80,3% dan seksi 2 sebesar 28,6%.
Di DIY, lokasi yang sudah dibebaskan meliputi Kapanewon Kalasan yakni Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani dan Purwomartani; Kapanewon Prambanan di Kalurahan Bokoharjo; dan Kapanewon Mlati di Kalurahan Tirtoadi.
Meski demikian, belum semua lahan di kalurahan-kalurahan tersebut telah dibebaskan. “Di Bokoharjo, belum semua terbebaskan, masih ada dua SPP yang belum turun surat LMAN dan satu SPP proses surat penjadwalan pembayaran UGK ke P2T [Panitia Pendagaan Tanah],” kata dia.
Kemudian di Tamanmartani, beberapa lahan yang belum dibebaskan sudah dijadwalkan pembayaran UGK-nya pada 11 Mei ini. Sedangkan untuk tanah karakteristik, seperti halnya Jogja-Bawen, akan menggunakan izin Palilah dan serat kekancingan.
Kemudian untuk seksi 3, yakni Jogja-YIA, saat ini masih dalam proses konsultasi publik di wilayah Kulonprogo. “Masih berlangsung sampai akhir Mei. Untuk wilayah Sleman dan Bantul sudah selesai,” ujarnya.
BACA JUGA: Hunian Sementara Warga Terdampak Tol Jogja-Solo untuk Menampung Barang
Progres Jalan Tol Jogja Bawen Seksi 1 Ruas Jogja-SS Banyurejo sepanjang 8,8 km mencapai 36,14% untuk pengerjaan konstruksi dan 64,65% untuk pembebasan lahan. Ditargetkan untuk Seksi 1 di Wilayah DIY keseluruhannya selesai pada 2024.
Salah satu pekerjaan yang sedang dilakukan adalah pekerjaan Jembatan Elevated pada Saluran Mataram, adanya Jembatan Elevated ini di buat agar tidak menggangu aliran sungai sehingga aliran tersebut masih bisa di manfaatkan oleh masyarakat.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A.J. Dwi Winarsa menjelaskan rencana pemasangan Erection Girder (Instalasi Jembatan) Perdana di lokasi Selokan Mataram pada Bulan Mei 2023.
“Pekerjaan ini merupakan proses pengangkatan gelagar beton yang sudah di produksi sehingga jembatan terpasang di atas sungai mataram,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.