Keramahan Warga Jateng Sambut Delegasi IVCA 2026 dari 40 Negara
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Para Finalis Dimas Diajeng Sleman menunjukkan aksinya dalam Malam Penobatan Dimas Diajeng Sleman, di Performance Hall FBSB UNY, Jumat (12/5/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Malam Penobatan Dimas Diajeng Sleman kembali digelar di Performance Hall Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) UNY, Jumat (13/5/2023). Sebanyak 30 pasang finalis memperebutkan gelar Dimas Diajeng Sleman 2023.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan Dimas Diajeng Sleman bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan ruang bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan diri untuk menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
"Masih banyak generasi muda yang peduli dengan lingkungan, masyarakat dan prestasi masa depannya. Kami mengapresiasi atas kegiatan ini yang merupakan kegiatan dari pemerintah untuk membina generasi muda," ujarnya.
Rangkaian Dimas Diajeng Sleman 2023 sudah dimulai sejak awal Februari dengan total sebanyak 107 peserta. Kemudian proses seleksi menjadikan peserta sebanyak 60 peserta, dan terakhir menyisakan 30 peserta sebagai finalis.
"Di sini dipilih lima besar finalis. Peringkat satu mendapat gelar Dimas Diajeng, lalu juara dua dan tiga, kemudian juara harapan satu dan dua. Dipilih pula pemenang Dimas Diajeng Favorit, Dimas Diajeng Berbakat dan Dimas Diajeng Persahabatan," ungkapnya.
Ia berharap Dimas Diajeng 2023 dan para finalis terus berkomitmen untuk berkiprah dalam Ikatan Dimas Diajeng dan berkontribusi dalam kemajuan dan pengembangan wisata maupun budaya di kabupaten Sleman.
Pemilihan Dimas Diajeng dilakukan oleh juri yang kompeten. Sehingga Dimas Diajeng terpilih dipastikan telah melalui proses pemilihan secara fair dan memang pantas menyandang gelar Dimas Diajeng.
"Dengan demikian menjadi Dimas Diajeng, tanggung jawab secara moral akan bertambah berat. Ruang gerak Dimas Diajeng akan dibatasi bagaimana bertingkah laku dan berbuat harus bisa menjadi teladan generasi muda," ujarnya.
Ketua Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Wendi Irawan, mengatakan selama tiga bulan para finalis ditempa mulai dari tes tulis, wawancara dan berbagai materi pembekalan yang telah diberikan kepada para finalis.
Tema Dimas Diajeng Sleman 2023 yakni Gregeting Pramudha, Pribadhining Sembada, mengajak para finalis dan generasi muda untuk semangat dalam mengembangkan potensi di setiap diri dengan diimbangi dengan tanggung jawab.
"Malam ini bukan akhir dari finalis Dimas Diajeng Sleman, tapi pintu awal dimana teman-teman nanti berhuang mengembangkan karir bersama keluarga besar Ikatan Dimas Diajeng Sleman. Kami turut bangga, kalian bertumbuh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.