Pemda DIY Sambut Kepulangan 2 Paskibraka Nasional Usai Tugas Negara
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Para Finalis Dimas Diajeng Sleman menunjukkan aksinya dalam Malam Penobatan Dimas Diajeng Sleman, di Performance Hall FBSB UNY, Jumat (12/5/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Malam Penobatan Dimas Diajeng Sleman kembali digelar di Performance Hall Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) UNY, Jumat (13/5/2023). Sebanyak 30 pasang finalis memperebutkan gelar Dimas Diajeng Sleman 2023.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan Dimas Diajeng Sleman bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan ruang bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan diri untuk menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
"Masih banyak generasi muda yang peduli dengan lingkungan, masyarakat dan prestasi masa depannya. Kami mengapresiasi atas kegiatan ini yang merupakan kegiatan dari pemerintah untuk membina generasi muda," ujarnya.
Rangkaian Dimas Diajeng Sleman 2023 sudah dimulai sejak awal Februari dengan total sebanyak 107 peserta. Kemudian proses seleksi menjadikan peserta sebanyak 60 peserta, dan terakhir menyisakan 30 peserta sebagai finalis.
"Di sini dipilih lima besar finalis. Peringkat satu mendapat gelar Dimas Diajeng, lalu juara dua dan tiga, kemudian juara harapan satu dan dua. Dipilih pula pemenang Dimas Diajeng Favorit, Dimas Diajeng Berbakat dan Dimas Diajeng Persahabatan," ungkapnya.
Ia berharap Dimas Diajeng 2023 dan para finalis terus berkomitmen untuk berkiprah dalam Ikatan Dimas Diajeng dan berkontribusi dalam kemajuan dan pengembangan wisata maupun budaya di kabupaten Sleman.
Pemilihan Dimas Diajeng dilakukan oleh juri yang kompeten. Sehingga Dimas Diajeng terpilih dipastikan telah melalui proses pemilihan secara fair dan memang pantas menyandang gelar Dimas Diajeng.
"Dengan demikian menjadi Dimas Diajeng, tanggung jawab secara moral akan bertambah berat. Ruang gerak Dimas Diajeng akan dibatasi bagaimana bertingkah laku dan berbuat harus bisa menjadi teladan generasi muda," ujarnya.
Ketua Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Wendi Irawan, mengatakan selama tiga bulan para finalis ditempa mulai dari tes tulis, wawancara dan berbagai materi pembekalan yang telah diberikan kepada para finalis.
Tema Dimas Diajeng Sleman 2023 yakni Gregeting Pramudha, Pribadhining Sembada, mengajak para finalis dan generasi muda untuk semangat dalam mengembangkan potensi di setiap diri dengan diimbangi dengan tanggung jawab.
"Malam ini bukan akhir dari finalis Dimas Diajeng Sleman, tapi pintu awal dimana teman-teman nanti berhuang mengembangkan karir bersama keluarga besar Ikatan Dimas Diajeng Sleman. Kami turut bangga, kalian bertumbuh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW bermula beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah dan berkembang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.
Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage lewat gol Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer dalam drama lima gol.
Cek jadwal KSPN Jogja Selasa 25 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View, Pantai Drini dan Pantai Parangtritis, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif