Dalam Waktu Berdekatan, Fakultas Ekonomi UWM Raih Dua Akreditasi Unggul
Dalam waktu hampir bersamaan, dua Program Studi di Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Para Finalis Dimas Diajeng Sleman menunjukkan aksinya dalam Malam Penobatan Dimas Diajeng Sleman, di Performance Hall FBSB UNY, Jumat (12/5/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Malam Penobatan Dimas Diajeng Sleman kembali digelar di Performance Hall Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) UNY, Jumat (13/5/2023). Sebanyak 30 pasang finalis memperebutkan gelar Dimas Diajeng Sleman 2023.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan Dimas Diajeng Sleman bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan ruang bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan diri untuk menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
"Masih banyak generasi muda yang peduli dengan lingkungan, masyarakat dan prestasi masa depannya. Kami mengapresiasi atas kegiatan ini yang merupakan kegiatan dari pemerintah untuk membina generasi muda," ujarnya.
Rangkaian Dimas Diajeng Sleman 2023 sudah dimulai sejak awal Februari dengan total sebanyak 107 peserta. Kemudian proses seleksi menjadikan peserta sebanyak 60 peserta, dan terakhir menyisakan 30 peserta sebagai finalis.
"Di sini dipilih lima besar finalis. Peringkat satu mendapat gelar Dimas Diajeng, lalu juara dua dan tiga, kemudian juara harapan satu dan dua. Dipilih pula pemenang Dimas Diajeng Favorit, Dimas Diajeng Berbakat dan Dimas Diajeng Persahabatan," ungkapnya.
Ia berharap Dimas Diajeng 2023 dan para finalis terus berkomitmen untuk berkiprah dalam Ikatan Dimas Diajeng dan berkontribusi dalam kemajuan dan pengembangan wisata maupun budaya di kabupaten Sleman.
Pemilihan Dimas Diajeng dilakukan oleh juri yang kompeten. Sehingga Dimas Diajeng terpilih dipastikan telah melalui proses pemilihan secara fair dan memang pantas menyandang gelar Dimas Diajeng.
"Dengan demikian menjadi Dimas Diajeng, tanggung jawab secara moral akan bertambah berat. Ruang gerak Dimas Diajeng akan dibatasi bagaimana bertingkah laku dan berbuat harus bisa menjadi teladan generasi muda," ujarnya.
Ketua Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Wendi Irawan, mengatakan selama tiga bulan para finalis ditempa mulai dari tes tulis, wawancara dan berbagai materi pembekalan yang telah diberikan kepada para finalis.
Tema Dimas Diajeng Sleman 2023 yakni Gregeting Pramudha, Pribadhining Sembada, mengajak para finalis dan generasi muda untuk semangat dalam mengembangkan potensi di setiap diri dengan diimbangi dengan tanggung jawab.
"Malam ini bukan akhir dari finalis Dimas Diajeng Sleman, tapi pintu awal dimana teman-teman nanti berhuang mengembangkan karir bersama keluarga besar Ikatan Dimas Diajeng Sleman. Kami turut bangga, kalian bertumbuh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dalam waktu hampir bersamaan, dua Program Studi di Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)
KPK mengungkap kasus HGB Summarecon di Bogor bermula dari sengketa tanah hingga muncul dugaan permintaan Rp2 miliar untuk buka blokir SHGB.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.