Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang baru, Aris Madani
Harianjogja.com, JOGJA—Kepemimpinan Muhammadiyah Kota Jogja secara resmi berganti setelah Aris Madani setelah didapuk sebagai Pimpinan yang baru untuk Periode 2022-2027 melalui Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah-Aisyiyah pada Sabtu (13/5). Dirinya turut menyoroti peningkatan pendidkan dan remaja.
Saat dihubungi Harian Jogja.com, ia menyampaikan sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi oleh Muhammadiyah Kota Jogja yang menurutnya sebagai etalase Muhammadiyah di Kota lain di Indonesia. “Apa yang sudah dilakukan muhammadiyah sesuai dengan tema Bumikan risalah islam untuk islam berkemajuan,” katanya, Senin (15/5/2023).
Muhammadiyah ke depan diharapkan dapat mendorong masyarakat Kota Jogja sebagai masyarakat madani dan lebih maju dan kepengurusannya dapat menjadi contoh bagi kota lain. Dirinya ingin menjalankan berbagai program yang diberikan Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW) dan dilaksanakan di tingkat Pimpinan Daerah (PD).
“Kami ingin memberikan pelayanan ke umat dan masyarakat jogja yang istimewa. Semoga lebih erat lagi dengan semua pihak baik dan masyarakat maupun pemerintah daerah,” katanya.
Ia membeberkan tantangan Muhammadiyah terutama dalam dunia pendidikan mengingat Muhammadiyah memiliki komitmen dalam untuk memajukan pendidikan dengan menjamurnya sekolah dan kampus di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Bupati Gunungkidul Sebut Penembakan di Nglindur sebagai Insiden Tak Disengaja
“Untuk tingkat sekolah dasar kita selalu menjadi unggulan, namun untuk SMP-SMA secara akademik kita masih tertinggal,” tutur Aris. Dirinya menyebut permasalahan tersebut terjadi karena tingkat pendidikan tersebut masih kalah saing dibandingkan dengan sekolah Negeri yang menuru Aris masih akan terus diperbaiki.
Meskipun prestasi di bidang akademik masih kurang, dirinya menyampaikan bahwa untuk prestasi non akademik sudah banyak yang diraih. “Tapi kalau nonakademik kita banyak menangnya, Prestasi kesenian olahraga Insyaallah kita menang, ” jawabnya.
Dirinya memberikan juga terhadap berbagai kenakalan remaja yang terjadi beberapa waktu terakhir di wilayah Jogja. Ia menyebut hal tersebut menjadi perhatian khusus Muhammadiyah Kota Jogja ke depan terutama dalam melakukan pembinaan. “Kita punya program besar namanya tahfidz, setiap tahun ada wisuda tahfidz," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Megawati Soekarnoputri dan Dubes Kuwait membahas konflik Timur Tengah, Palestina, hingga stabilitas Selat Hormuz di Jakarta.
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.