Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang baru, Aris Madani
Harianjogja.com, JOGJA—Kepemimpinan Muhammadiyah Kota Jogja secara resmi berganti setelah Aris Madani setelah didapuk sebagai Pimpinan yang baru untuk Periode 2022-2027 melalui Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah-Aisyiyah pada Sabtu (13/5). Dirinya turut menyoroti peningkatan pendidkan dan remaja.
Saat dihubungi Harian Jogja.com, ia menyampaikan sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi oleh Muhammadiyah Kota Jogja yang menurutnya sebagai etalase Muhammadiyah di Kota lain di Indonesia. “Apa yang sudah dilakukan muhammadiyah sesuai dengan tema Bumikan risalah islam untuk islam berkemajuan,” katanya, Senin (15/5/2023).
Muhammadiyah ke depan diharapkan dapat mendorong masyarakat Kota Jogja sebagai masyarakat madani dan lebih maju dan kepengurusannya dapat menjadi contoh bagi kota lain. Dirinya ingin menjalankan berbagai program yang diberikan Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW) dan dilaksanakan di tingkat Pimpinan Daerah (PD).
“Kami ingin memberikan pelayanan ke umat dan masyarakat jogja yang istimewa. Semoga lebih erat lagi dengan semua pihak baik dan masyarakat maupun pemerintah daerah,” katanya.
Ia membeberkan tantangan Muhammadiyah terutama dalam dunia pendidikan mengingat Muhammadiyah memiliki komitmen dalam untuk memajukan pendidikan dengan menjamurnya sekolah dan kampus di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Bupati Gunungkidul Sebut Penembakan di Nglindur sebagai Insiden Tak Disengaja
“Untuk tingkat sekolah dasar kita selalu menjadi unggulan, namun untuk SMP-SMA secara akademik kita masih tertinggal,” tutur Aris. Dirinya menyebut permasalahan tersebut terjadi karena tingkat pendidikan tersebut masih kalah saing dibandingkan dengan sekolah Negeri yang menuru Aris masih akan terus diperbaiki.
Meskipun prestasi di bidang akademik masih kurang, dirinya menyampaikan bahwa untuk prestasi non akademik sudah banyak yang diraih. “Tapi kalau nonakademik kita banyak menangnya, Prestasi kesenian olahraga Insyaallah kita menang, ” jawabnya.
Dirinya memberikan juga terhadap berbagai kenakalan remaja yang terjadi beberapa waktu terakhir di wilayah Jogja. Ia menyebut hal tersebut menjadi perhatian khusus Muhammadiyah Kota Jogja ke depan terutama dalam melakukan pembinaan. “Kita punya program besar namanya tahfidz, setiap tahun ada wisuda tahfidz," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.