Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
ilustrasi difabel./IST-wikipedia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Monumen Stasiun Radio PHB AURI PC-2 di Dusun Banaran, Kalurahan Playen, Playen menjadi lokasi pameran lukisan hasil karya pelukis difabel di Gunungkidul. Pameran berlangsung mulai 20-26 Mei 2023.
Salah seorang panitia pameran, Benard mengatakan, pameran lukisan yang diselenggarakan bertajuk Nyuworo. Tema ini memiliki arti untuk menyuarakan atau menggaungkan kegiatan yang bersifat produktif. Salah satunya hasil kreasi lukisan dari seniman.
“Jadi sangat pas dengan monumen radio ini karena dulu menjadi tempat perjuangan mengabarkan kemerdekaan RI. Sekarang, untuk menggaungkan kegiatan yang bersifat produktif,” katanya kepada wartawan, Senin (23/5/2022).
Benard mengatakan, pameran tidak hanya diikuti seniman umum, tapi juga melibatkan pelukis difabel. Total ada tujuh pelukis difabel yang mengikuti pameran yang berlangsung 20-26 Mei 2023.
Baca juga: 2 Terduga Pelaku Penipuan Penjualan Tiket Coldplay Ditangkap
“Kami juga menggelar kegiatan workshop seni yang melibatkan anak-anak setempat,” katanya.
Menurut dia, pameran ini juga sebagai ajang pemanasan bagi tiga pelukis difabel yang akan mengikuti International Biennale Disability. Rencananya pameran bertaraf internasional ini diselenggarakan di Kota Jogja dalam waktu dekat.
“Ada tiga pelukis difabel asal Gunungkidul yang mengikuti pameran ini,” kata Benard.
Adapun pelukis difabel yang berpartisipasi di antaranya Rofitasari Rahayu dan Alfian Rahmadani merupakan penyandang difabel rungu dan wicara. Sedangkan, satu peserta lainnya Wiji Astuti, penyadang tuna daksa yang menggeluti keasi batik.
Dia berharap pameran di Monumen Radio ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses dari mulai awal hingga penutupan acara. “Animo masyarakat baik dan rencananya pada saat penutupan ada lelang lukisan,” katanya.
Salah seorang pengunjung, Kandar mengaku senang bisa meliat pameran lukisan yang diselenggarakan di tempat bersejarah di Gunungkidul. Menurutnya, keunikan dari pameran ini karena melibatkan karya dari penyandang difabel. “Ternyata karyanya juga bagus-bagus dan tidak kalah dengan seniman lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.