Advertisement

DPC PDIP Kota Jogja Ajak Kaum Muda & Mahasiswa Pelopor Persatuan Bangsa Indonesia

Media Digital
Kamis, 25 Mei 2023 - 19:52 WIB
Budi Cahyana
DPC PDIP Kota Jogja Ajak Kaum Muda & Mahasiswa Pelopor Persatuan Bangsa Indonesia Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, saat menerima kunjungan mahasiswa UGM dari Departemen Politik Pemerintahan, Kamis (25/5/2023). - Istimewa

Advertisement

JOGJA—DPC PDI Perjuangan Kota Jogja berkomitmen menjaga ke-Indonesiaan dan kebhinnekaan dengan melawan politik identitas dan hoaks. Mahasiswa dan kaum muda diajak punya komitmen lebih berperan dalam mewujudkan persatuan bangsa Indonesia.

Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, menegaskan hal tersebut saat menerima kunjungan mahasiswa UGM dari Departemen Politik Pemerintahan, Kamis (25/5/2023).

Advertisement

“Terima kasih, mahasiswa DPP UGM mau berdialog ke kantor DPC PDI Perjuangan Jogja. Mahasiswa ke depan bisa turut berperan mengokohkan ke-Indonesiaan dengan bersama melawan hoaks, melawan politik identitas. Mahasiswa bisa lebih berperan dalam jaga persatuan ke depan. Di dalam dialog, PDI Perjuangan sebagai partai politik bagaimana harus bisa menjawab pertanyaan teman muda dan harapan mereka terkait demokrasi di Indonesia,” kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Jogja, Kamis.

Rombongan mahasiswa Departemen Politik Pemerintahan UGM dalam dialog didampingi oleh Joas Tapiheru, dosen Ilmu Pemerintahan UGM.

Kunjungan dilakukan oleh sekitar 45 mahasiwa dengan materi dialog berkaitan dengan kerja parpol dan relevansinya dengan teori politik yang diajarkan di kampus. Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan, memberikan penjelasan berkaitan dengan sejumlah pertanyaan dan harapan mahasiswa di antaranya bagaimana tata kelola partai, visi dan misi partai juga komunikasi politik parpol dengan masyarakat termasuk pemanfaatan media sosial dalam kerja kerja politik.

“Kami tadi melakukan dialog, bersama mahasiswa UGM dan mendengarkan pertanyaan juga aspirasi mereka. PDI Perjuangan ajak mahasiswa bisa jadi pelopor persatuan Indonesia dengan bersama melawan hoaks dan menjaga ke-Indonesiaan kita,” kata Eko Suwanto, yang juga menjadi wakil rakyat di DPRD DIY sebagai Ketua Komisi A ini.

PDI Perjuangan sebagai parpol, tentu saja mewadahi juga kepentingan kaum muda dan mahasiswa untuk berperan. Secara khusus, PDI Perjuangan membentuk badan seperti badan pelatihan ketrampilan, badan kebudayaan nasional yang bisa jadi wadah kreatif bagi anak muda termasuk mahasiswa.

“PDI Perjuangan jelas bisa jadi wadah aspirasi bagi mahasiswa. Kita beri ruang soal kreatifitas, alhamdulillah juga kita punya BKN yang mewadahi teman muda juga beragam pelatihan yang berupa pemberdayaan dengan goal tentunya bisa menang pemilu 2024,” kata Eko Suwanto , Ketua DPC PDI Perjuangan Jogja.

Aulia, mahasiswi DPP UGM menyatakan dalam kunjungan ke kantor DPC PDI Perjuangan dan dialog yang diikuti hadir harapan dorongan pengguatan partai politik guna mengartikulasikan program partai agar bisa dirasakan publik secara luas. Anak muda juga bisa turut terlihat dalam penguatan demokrasi lewat aktif di parpol.

“Anak muda tidak perlu anti partaipolitik karena kunci demokrasi. Bagaimana mendorong penguatan parpol karena balik lagi tanpa parpol demokrasi enggak jalan,” kata Aulia.

Sementara bagi Andi, mahasiswa DPP UGM sebagai mahasiswa dirinya mendapatkan informasi langsung tentang aktifitas parpol dan visi misi PDI Perjuangan termasuk tata kelola media sosial guna menggaet suara dan aspirasi rakyat.

“Kami sebagai mahasiswa mendapatkan insight baru terutama soal parpol, bagaimana visi misi PDI Perjuangan mau dibawa ke mana partai ini, kita belajar bagaimana pola pikir masing-masing partai, karakter partai seperti apa. Bagaimana kelola media sosial, bagaimana mereka bekerja untuk menggaet masa seperti apa saja," kata Andi dari DPP Fisipol UGM.

Joas Tapiheru, dosen Departemen Politik Pemerintahan UGM menjelaskan rangkaian kunjungan ke kantor partai politik dilakukan guna pembelajaran bagi mahasiswa dengan apa yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.

"Mahasiswa bisa belajar langsung bagaimana pengorganisasian parpol, relevansi teori dari literature juga media dan praktek langsung implementasi di lapangan. Harapan ke depan bisa mempertajam analisis mahasiswa saat aplikasikan ilmu yang didapat dalam dunia kerja. Kita juga ingin uji apakah teori yang dipelajari masih relevan dengan kondisi sekarang," kata Joas Tapiheru. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sapi Kurban Presiden Jokowi dari Bone Bernama Turbo, Milik Anggota TNI

News
| Sabtu, 15 Juni 2024, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement