HUT ke-81 RI, IDM Resmikan Rumah Layak Huni di Sleman
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Pembangunan perdana erection girder di atas selokan mataram ini berlokasi di Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Sabtu (27/5/2023). Dok.JJB
Harianjogja.com, SLEMAN—Pekerjaan erection girder perdana di Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja – Bawen Seksi 1 atau di atas Selokan Mataram berhasil dibangun. Pembangunan perdana erection girder ini berlokasi di Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman.
Erection girder merupakan proses pemasangan atau perakitan segmen precast atau girder menjadi suatu frame atau kerangka dari struktur jembatan. Untuk Tol Jogja Bawen Seksi 1 ini, pengerjaan erection girder akan dibangun di empat titik Selokan Mataram.
Struktur jembatan tersebut akan dibangun di atas Selokan Mataram yang melintasi Kalurahan Margomulyo dan Margodadi (titik I), Kalurahan Margokaton (titik II), Kalurahan Margokaton (titik III) dan Kalurahan Banyurejo (titik IV).
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A.J Dwi Winarsa, menyampaikan kegiatan erection girder ini sudah disiapkan dengan baik sehingga dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar. "Proses erection girder memiliki banyak aspek teknis yang perlu diperhatikan meliputi kualitas, waktu, biaya, metode dan risiko," katanya, Sabtu (27/5/2023).
Pekerjaan erection girder di Selokan Mataram ini terdapat 20 gelagar yang dibagi menjadi dua dengan dimensi yang berbeda. Masing-masing, sebanyak 10 gelagar panjang bentang sejauh 40,8 meter dengan berat 88 ton dan 10 gelagar memiliki panjang bentang 30,8 meter dengan berat 58 ton.
Pekerjaan erection girder ini menggunakan dua unit crawler crane cap 250 Ton (crane erection) dan satu unit crawler crane cap 120 Ton (crane loading). "Proses pengangkatan hingga pemasangan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk setiap bentang girder. Penyelesaian pekerjaan tersebut direncanakan selesai dalam waktu 5 hari sejak 23–27 Mei 2023.
Winarsa mengklaim proses pengerjaan erection girder tersebut menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang merupakan hal yang dipenuhi oleh penyedia jasa konstruksi. Mulai dari pemeriksanaan kondisi alat dan sarana penunjang lainnya, kesehatan untuk petugas dan operator alat berat juga harus dipastikan berada dalam kondisi baik.
"Kami selalu berkordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga proses erection girder ini tidak menggangu aktifitas masyarakat sekitar. Pekerjaan jembatan ini juga di buat agar tidak menggangu aliran Kali Mataram," katanya.
BACA JUGA: Tol Jogja Bawen Terdiri dari Enam Seksi dan Dibangun Simultan
Kesuksesan pelaksanaan erection girder perdana ini merupakan, diklaim sebagai salah satu sinyal positif terhadap penyelesaian konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen. Jika sudah beroperasi penuh, katanya, maka perjalanan dari Semarang menuju Jogja atau sebaliknya akan menjadi lebih cepat, dari sebelumnya.
"Kalau sebelumnya Jogja Semarang memakan waktu 3 jam maka jika tol ini beroperasi menjadi hanya 1,5 jam. Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, pengembangan industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas khususnya di sisi selatan Pulau Jawa," kata Winarsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 4 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA-Tugu dan Tugu-YIA, mulai pagi hingga malam.
PSS Sleman mematangkan skema set piece jelang menghadapi Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027, Jumat (4/9/2026).
Pengendara mobil mengaku nyaris menjadi korban dugaan modus ojol teriak maling di Jakarta Selatan dan memilih mencari pengamanan di Mall Kokas.
Indonesia U20 menang 3-0 atas Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Zahaby Gholy mencetak dua gol untuk membawa Garuda Muda memuncaki Grup H.
Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengubah batas omzet bebas pajak UMKM Rp500 juta sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan.