130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Pajak ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kulonprogo turun langsung ke lapangan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran dan Penetapan Pajak Daerah BKAD Kulonprogo, Chris Agung Pramudi mengatakan sampai tanggal 28 Juni 2023 terdapat dua belas wilayah yang menjadi sasaran jemput bola antara lain Kalurahan Tanjungharjo, Temon Wetan, Cerme, Wahyuharjo, Karangsewu, dan Kapanewon Kokap.
“Lalu ada juga Kalurahan Tawangsari, Banjarasri, Garongan, Banjaroya, Palihan, dan Gerbosari. Baru satu yang sudah kami sambangi yaitu Tanjungharjo, 8 Juni kemarin,” kata Chris dihubungi pada Sabtu (10/6/2023).
Dari kunjungan di Kalurahan Tanjungharjo, BKAD membawa 120 SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang). Dari 120 tersebut, BKAD mendapat total pembayaran Rp10 juta.
Baca juga: Curah Hujan di DIY Bakal Berkurang dalam Waktu Lama, BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan
“Kegiatan ini memang bertujuan untuk memudahkan Wajib Pajak dalam melaksanakan pembayaran PBB,” katanya.
Dari upaya yang dilakukan BKAD tersebut, Chris berharap kesadaran masyarakat untuk membayar PBB dapat lebih meningkat. Dengan begitu pembayaran pajak dapat selesai sebelum jatuh tempo.
Lebih jauh, sampai saat ini sudah ada enam kalurahan yang melunasi PBB-P2 100% yaitu Banjarasri, Ngentakrejo, Kranggan, Gulurejo, Kebonharjo, Banjarharjo. Dari enam kalurahan tersebut, realisasi pembayaran PBB-P2 mencapai total Rp1,2 miliar.
“Sampai Juni ini yang lunas 100% baru enam kalurahan. Kalau tahun lalu, pada bulan yang sama hanya ada lima kalurahan yan lunas. Dari enam tersebut sekitar Rp1,2 miliar sudah masuk. Kalau total keseluruhan kami sudah mendapat sekitar Rp11,112 miliar,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.