Kemarau Panjang, DPRD Kulonprogo Minta Waspadai Kebakaran Lahan
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab memperkuat pencegahan kebakaran lahan di tengah kemarau panjang, termasuk pemetaan wilayah rawan dan kesiapan personel.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penemuan kerangka manusia di kawasan Gunung Tugel, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, menguak kembali laporan orang hilang yang tercatat sejak akhir 2025. Kerangka tersebut diduga kuat merupakan warga Kalibawang yang tidak pernah kembali ke rumah sejak Desember lalu.
Informasi awal penemuan diterima warga pada Kamis (22/1/2026) sore. Warga bersama personel Polsek Kalibawang kemudian mendatangi area tegalan di Gunung Tugel seusai mendapat laporan adanya tulang belulang manusia di lokasi tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, menjelaskan bahwa kondisi temuan berupa kerangka manusia yang sebagian besar telah menjadi tulang, meski masih terdapat sisa jaringan daging pada beberapa bagian tubuh.
“Saat pertama ditemukan, posisi kerangka kepala terpisah dari badan dengan jarak sekitar satu meter, sementara bagian badan belum sepenuhnya mengalami pembusukan,” ujar Sarjoko kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kerangka tersebut diduga merupakan DSU, 27, warga Banjarharjo, Kalibawang. Korban diketahui meninggalkan rumah pada Sabtu (27/12/2025) dan sejak saat itu dilaporkan tidak kembali oleh pihak keluarga.
Sarjoko menyebutkan, sebelum dinyatakan hilang, DSU terakhir terlihat berjalan kaki meninggalkan rumah dengan mengenakan jaket berwarna hitam serta celana jeans biru keabu-abuan. Keterangan tersebut selaras dengan informasi yang dihimpun kepolisian dari pihak keluarga.
“Identifikasi sementara juga dikuatkan oleh pengakuan keluarga yang meyakini bahwa kerangka manusia tersebut merupakan DSU,” kata Sarjoko. Dari temuan di lokasi, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri, yang diperkuat dengan ditemukannya tali simpul di dekat posisi korban.
Lokasi penemuan berada di kawasan Gunung Tugel yang relatif terpencil dan jauh dari permukiman warga. Sarjoko menuturkan area tersebut jarang dilalui masyarakat sehingga keberadaan korban baru diketahui setelah berbulan-bulan. “Karena lokasinya berada di atas gunung dan jarang didatangi orang, maka jasad korban baru ditemukan sekarang,” ujarnya.
Usai proses identifikasi awal, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keputusan tersebut diambil lantaran keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan pemeriksaan medis lanjutan maupun autopsi. Personel kepolisian kemudian menyerahkan jasad DSU kepada keluarga untuk prosesi pemakaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab memperkuat pencegahan kebakaran lahan di tengah kemarau panjang, termasuk pemetaan wilayah rawan dan kesiapan personel.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.