Advertisement

Promo Sumpah Pemuda Harjo

SD di Perbukitan Menoreh Kekurangan Siswa Setiap Tahun, Dinas: Lulusan TK-nya Sedikit

Andreas Yuda Pramono
Senin, 19 Juni 2023 - 17:17 WIB
Arief Junianto
SD di Perbukitan Menoreh Kekurangan Siswa Setiap Tahun, Dinas: Lulusan TK-nya Sedikit Suasana belajar mengajar di SDN Ngrojo, Kembang, Nanggulan pada Kamis (14/7/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Beberapa sekolah dasar (SD) di empat kapanewon yang berada di kawasan Perbukitan Menoreh selalu kekurangan murid. Bahkan ada empat SD yang hanya memiliki rombongan belajar (rombel) sebanyak 15 murid.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan bahwa keempat kapanewon tersebut masing-masing adalah Kokap, Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawang.

Advertisement

Idealnya, kata dia, jumlah siswa dalam satu rombel untuk jenjang SD maksimal 28 anak. Sedangkan di beberapa sekolah di empat kapanewon tersebut hanya diisi sekitar 20 murid. Kokap menjadi wilayah paling banyak dengan enam SD yang diisi 15 murid dalam satu rombel.

Hal lain yang menjadi perhatian Arif adalah SMP 4 Samigaluh yang kekurangan murid dari Kulonprogo. Di sekolah itu, sebanyak 40% muridnya justru berasal dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

“Ada beberapa SD di empat kapanewon tersebut tidak terpenuhi kuotanya. Memang lulusan TK di sana tidak sebanyak daya tampung SD. Kekurangan murid itu konstan dari tahun ke tahun,” kata Arif, Senin (19/6/2023).

BACA JUGA: Banyak Sekolah di Gunungkidul Kekurangan Murid, Dinas: Sudah Terjadi sejak Dulu

Untuk itu, dinasnya akan menjadikan hasil PPDB tahun ini sebagai bahan kajian tren kurangnya murid di satuan pendidikan. Baik penurunan maupun kenaikan, hasil tersebut akan menjadi patokan dalam mengambil langkah dalam mengatasi kurangnya murid di suatu sekolah. 

“Kami akan mempelajari hasi PPDB ini untuk jenjang SD [sebagai bahan kajian]. Kalau tren kekurangan murid dalam dua atau tiga tahun terakhir terjadi, maka akan kami hitung potensi lulusan TK di kawasan tertentu. Nah, hasil kajian tersebut akan menunjukkan gambaran tren ke depan dan kami harus menentukan tindakan,” katanya.

Arif memberi contoh sebuah sekolah di Kapanewon Samigaluh yang kekurangan murid, karena tren tahun ke tahun pendaftar sedikit. Dengan begitu, Disdikpora akan melakukan kajian multidimensi untuk memutuskan langkah yang akan diambil.

Salah satu opsi yang akan diambil adalah regrouping dengan mempertimbangkan jarak antarsekolah tersebut berdekatan. Namun apabila jarak keduanya justru berjauhan, maka potensi re-group besar kemungkinan tidak diambil.

“Kalau kami paksakan untuk melakukan regroup, maka murid di sisi lain akan menempuh jarak yang jauh. Kasus seperti ini di Kokap, Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawang itu tidak mudah solusinya. Demi pelayanan kepada masyarakat, maka akan kami pertahankan sekolah tersebut,” ucapnya.

Seperti salah satu sekolah yaitu SD Negeri Jeruk di Hargowilis, Kokap yang setiap tahun diisi maksimal 50 murid. Dengan begitu satu kelas hanya ada sekitar enam murid. Apabila sekolah tersebut di-regroup, maka murid lain akan mempuh jarak yang jauh. Karena itu sampai saat ini tidak dilakukan regroup.

Sementara untuk satuan pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) terdapat dua sekolah di Kapanewon Kokap dan Pengasih yang menjadi langganan kekurangan murid. Dari jumlah murid dalam satu rombel berjumlah 32 murid, hanya terisi 20 orang.

“Kokap masuk lagi sebagai wilayah dengan sekolah minim murid baik SD maupun SMP, karena Kokap itu luas dan penduduknya jarang. Apalagi topografinya perbukitan,” lanjutnya.

Hanya saja soal kurangnya jumlah murid di dua sekolah tersebut, Arif mengaku belum memiliki rencana yang akan diambil. Menurut dia, kurangnya murid di dua sekolah itu bukan menjadi persoalan yang serius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

UU ASN Disahkan, Penataan Honorer Kini Miliki Payung Hukum

News
| Rabu, 04 Oktober 2023, 04:57 WIB

Advertisement

alt

Danau Toba Dikartu Kuning UNESCO, Sandiaga: Ini Jadi Alarm

Wisata
| Senin, 02 Oktober 2023, 21:50 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement