Modus Duplikat Kunci, Mahasiswi di Jogja Diduga Bawa Kabur Motor Vario
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Beberapa waktu lalu ditemukan kasus penyakit antraks di Gunungkidul. Menanggapi temuan tersebut, Pemkot Jogja mengimbau agar masyarakat mengonsumsi daging sapi yang telah dipastikan sehat.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sri Panggarti menyampaikan pihaknya terus melakukan peningkatan pemantauan kepada peternak dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kota Jogja. Dari hasil pemantauan, menurutnya tidak ditemukan hewan yang terkena antraks.
''Setelah ada informasi antraks di salah satu kabupaten di DIY, kami melakukan peningkatan dan kewaspadaan antraks pada hewan ternak yang ada di Kota Jogja. Hingga saat ini semua hewan negatif antraks, tidak ada yang bergejala. Kami juga melakukan edukasi ke peternak agar lebih membatasi pemasukan ternak dari luar dan harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," katanya, Sabtu (8/7/2023).
Dia pun menyampaikan antraks merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Bacillus Anthracis. Bakteri tersebut dapat membentuk spora yang dapat bertahan hingga 40 tahun di dalam tanah, sehingga sulit dimusnahkan. Bakteri tersebut dapat menginfeksi hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan domba.
Baca juga: Antraks Merebak di Gunungkidul, Sleman Perketat Pemeriksaan Lalu Lintas Ternak
Dia menyampaikan hewan yang terkena antraks tidak boleh dipotong, atau dibuang ke sungai dan diperjual belikan. Karena antraks dapat menular dari hewan ke manusia melalui saluran pencernaan apabila dikonsumsi. Selain itu spora antraks dapat menular pula lewat saluran pernafasan atau kulit.
Sri pun mengimbau bagi masyarakat yang ada riwayat mengkonsumsi daging atau tidak mengkonsumsi daging yang diduga terkena antraks atau berkunjung ke daerah yang terkena kasus antraks kemudian mengalami gejala demam dan lainnya untuk segera memeriksakan diri pada layanan kesehatan terdekat.
Dia pun menyampaikan pencegahan dan pengendalian antraks dapat dilakukan dengan vaksinasi untuk daerah endemis, pengobatan, pengawasan lalu lintas hewan dan produk pangan yang berasal dari hewan, isolasi, dan memberikan desinfektan “Saya berharap peternak lebih peduli terhadap kesehatan hewan ternaknya. Pastikan hewan selalu dalam kondisi sehat, jika ternak ya ada gejala sakit segera melaporkan ke Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja untuk ditangani," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia untuk lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan tarif bus Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA 19 Oktober 2026 mencakup layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dari Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.