Pilur Serentak Gunungkidul Terancam Molor, Panitia Belum Bisa Dibentuk
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Pantai Sepanjang Gunungkidul - ist/jogjaprov.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata pada semester pertama 2023 mencapai Rp9,91 miliar. Meski begitu, jumlah itu masih jauh dari target penerimaaan selama setahun yang mencapai Rp28,9 miliar.
Pelaksana Tugas Kepala Dispar Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan tahun ini dinasnya dibebani target PAD wisata sebesar Rp28,9 miliar. Untuk itu pihaknya terus berupaya agar target tercapai di akhir 2023.
Meski demikian, dia tidak menampik untuk mencapainya masih membutuhkan kerja ekstra keras. Hal tersebut mengacu pada pendapatan selama semester I/2023. Total yang terkumpul baru sebesar Rp9,91 miliar. “Masih jauh dari target, tetapi kami berusaha untuk mecapainya di akhir tahun,” kata Hary, Senin (10/7/2023).
BACA JUGA: Antraks Merebak di Gunungkidul, GIPI DIY: Wisata Bisa Terdampak!
Dia menambahkan, untuk kunjungan wisata selama setahun ditarget sebanyak 4,1 juta orang. Namun, hingga awal Juli tercatat kunjungan ke destinasi wisata Gunungkidul baru sebanyak 1.334.940 orang. “Kunjungan masih didominasi ke kawasan pantai,” katanya.
Menurut Hary, Perolehan PAD wisata terdongkrak momen libur panjang, seperti Idulfitri, libur panjang Waisak hingga libur panjang Iduladha. Ia tidak menampik, capaian tiap libur panjang bisa melampaui target yang sudah ditetapkan.
Sebagai contoh, pada saat libur Lebaran hanya mematok kunjungan sektar 145.000 orang, tapi realisasinya mencapai 217.000 pengunjung. “Mudah-mudahan kunjungan bisa terus ditingkatkan sehingga berdampak terhadap PAD yang diperoleh dari tiket masuk pariwisata,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti mengatakan, potensi PAD wisata sangat besar. Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang belum bisa dioptimalkan.
Dia berharap Pemkab Guungkidul terus berupaya mengoptimalkan pendapatan dari retribusi wisata ini. pasalnya, keberadaan PAD sangat penting untuk menunjang program pembangunan di Bumi Handayani. “Potensi Kebocoran harus ditekan. Selain itu, setiap destinasi yang ada harus dikembangkan sehingga jumlah kunjungan bisa ditingkatkan. Saat kunjungan meningkat, maka pendapatan yang diperoleh juga ikut meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.
UGM temukan anomali bawah tanah di lokasi api misterius Sleman. Diduga terkait gas dan rekahan geologi.
GAC mulai produksi AirCab, pesawat listrik tanpa pilot seharga Rp4,5 miliar. Disiapkan untuk wisata udara premium.
PSIM Jogja melepas Deri Corfe dan Ikhsan Chan usai musim 2025/2026. Langkah awal perombakan skuad untuk musim depan.