Utang Whoosh 80 Tahun, Pakar UMY Soroti Risiko APBN
Pakar UMY menyoroti risiko fiskal pengelolaan utang Whoosh, termasuk tenor 80 tahun dan potensi tekanan terhadap ruang anggaran publik.
Wakil Ketua PWM DIY Cahyono (kedua dari kanan) saat membuka pelaksanaan audit Lazismu di Kantor PWM DIY, Senin (17/7/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) melakukan audit terhadap 88 kantor layanan seluruh DIY dengan total dana sebesar Rp40 miliar. Pelaksanaan audit akan dilakukan selama sepekan dan dimulai pembukaannya di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Senin (17/7/2023).
Wakil Ketua PWM DIY Cahyono menjelaskan jumlah kantor layanan yang mengikuti audit sebanyak 88 di wilayah DIY mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 66 kantor. Begitu juga dengan jumlah dana turut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, saat ini Rp40 miliar, sebelumnya hanya Rp35 miliar. Hal ini seiring dengan kepercayaan masyarakat dalam menitipkan dananya ke Lazismu untuk disalurkan kepada masyarakat membutuhkan.
BACA JUGA : 31 Mahasiswa FAI UMY Peroleh Beasiswa Sang Surya
“Kami berharap dengan audit ini semua kantor layanan Lazismu di DIY bisa meningkatkan kualitas kinerja kepercayaan diri nanti jika mendapatkan WTP kelima kali agar semua percaya diri dalam membantu masyarakat dalam mengelola zakat infak sedekah,” katanya, Senin (17/7/2023).
Ketua Lazimu DIY Jefree Fahana menambahkan dari 88 kantor layanan itu tersebar di DIY berada di Sleman 22 kantor layanan, Kulonprogo 6 kantor, Bantul 28 kanto, Gununkidul 4 kantor dan Kota Jogja 17 kantor layanan. Ia mengakui belum semua kantor layanan dapat mengikuti audit karena sebenarnya jumlah kantor layanan di DIY sebanyak 160 kantor dan baru terlihat 88 kantor.
“Meski pun belum terlibat semuanya harapan kami ke depan dari 160 kantor layanan ini bisa terlibat. Kendalanya karakteristik DIY berbeda dengan daerah lain. Selain itu kendala lain tidak semua kantor layanan yang memiliki kayawan dengan memiliki kemampuan dasar akuntansi,” ujarnya.
BACA JUGA : Ke Mana Miliaran Uang Zakat Umat di DIY Mengalir?
Adapun potensi ZIS di lingkungan Muhammadiyah DIY bisa menembus angka Rp200 miliar. Oleh karena itu ia akan mengupayakan terus terjadi peningkatan jumlah dana yang dihimpun, mengingat saat ini hanya Rp40 miliar. “Kami akan mengupayakan agar ke depan terjadi peningkatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UMY menyoroti risiko fiskal pengelolaan utang Whoosh, termasuk tenor 80 tahun dan potensi tekanan terhadap ruang anggaran publik.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Universitas Sanata Dharma mengukuhkan 108 apoteker baru Angkatan 51. Seluruh peserta UKOMNAS PDPA dinyatakan lulus 100 persen.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.