Advertisement

Ke Mana Miliaran Uang Zakat Umat di DIY Mengalir?

Triyo Handoko
Kamis, 30 Maret 2023 - 07:17 WIB
Bhekti Suryani
Ke Mana Miliaran Uang Zakat Umat di DIY Mengalir? Ilustrasi umat muslim membayarkan zakat fitrah kepada panitia amil zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/6). - Antara/M Agung Rajasa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAPenyaluran zakat di DIY diprioritaskan untuk mengentaskan kemiskinan dengan program berkelanjutan. Program berkelanjutan Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini dari pemberian beasiswa pendidikan, pendampingan dan bantuan modal UMKM, penanganan stunitung, hingga bantuan kesehatan lainnya.

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY memastikan penyaluran zakat di wilayahnya sudah sesuai aturan yang ada, terutama sesuai syari atau ketentuan dalam Islam. Analis Kebijakan Zakat Kanwil Kemenag DIY Misbahrudin mengatakan pada dasarnya penerima zakat sudah diatur dalam syari dimana prioritas utamanya kaum fakir miskin.

Advertisement

“Sehingga pasti penyaluran zakat ini mengentaskan kemiskinan. Kami juga turut mendorong saat pembinaan LAZ untuk dalam penyalurannya juga didasarkan pada asas keberlanjutan dengan program masing-masing,” jelas Misbah, Rabu (29/3/2023).

Misbah menjamin penyaluran zakat LAZ dan Baznas yang terdaftar resmi tidak menyalahi aturan perundang-undangan. “Kalau syari jelas itu kami pastikan karena ada auditnya, selain itu tidak ada yang digunakan untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme, semuanya aman karena auditnya ketat,” katanya.

Laporan keuangan tiap LAZ, jelas Misbah, juga harus diaudit akuntan publik. “Artinya transparansi dan akuntabilitasnya terjamin untuk LAZ resmi ini,” tegasnya.

Ketua LazisNU DIY Mambaul Bahri menyebut LAZ resmi terbuka dan transparan sehingga masyarakat tak perlu khawatir. “Kami jelas amanah, laporan keuangan bisa diakses masyarakat juga. Komitmen kami juga jelas untuk NKRI, tidak ada ruang untuk penyalahgunaan apalagi sampai untuk membiayai terorisme itu jelas kami tentang,” jelasnya.

LazisNU DIY, jelas Mambaul, punya program prioritas di empat sektor yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan. “Masing-masing sektor ada program unggulannya, kalau ekonomi itu kami sudah sering bikin pelatihan, pendampingan, dan pemberian modal usaha bagi UMKM di DIY,” jelasnya, Rabu siang.

Beasiswa pendidikan juga sering diberikan LazisNU DIY, lanjut Mambaul, kepada siswa tak mampu. “Beasiswa ini juga tidak sekali beri, beasiswa ini kami berikan secara keberlanjutan hingga siswa tersebut lulus,” katanya.

BACA JUGA: Marak Begal Jogja Berkedok Leasing, Pengadilan: Penarikan Kendaraan Harus lewat Persidangan

Mambaul menjelaskan program unggulan LazisNU sebagai strategi utama untuk meningkatkan realisasi penghimpunan zakat. “Saya kira semua LAZ juga menjadikan program unggulan sebagai strategi utama agar bisa meyakinakan masyarkat untuk menyalurkan zakat, tapi program kami utamanya adalah program yang berkelanjutan tidak sekali waktu,” ujarnya.

Penyaluran Zakat Produktif

Model penyaluran zakat LazisNU, menurut Mambaul, diprioritaskan dalam bentuk produktif dan bukan konsumtif. “Kebanyakan program kami adalah program produktif, dalam sektor kesehatan itu misalnya untuk operasional 72 ambulans di DIY dengan 216 sopir. Artinya selain memastikan akses kesehatan masyarakat terjamin ada juga yang diberikan lapangan pekerjaannya dari sopir itu,” ucapnya.

Program-program LazisNU tersebut terbukti diminati masyarakat dengan terus meningkatnya nilai penghimpunan zakat yang diterimanya. “Pada 2020 itu sekitar Rp8,5 miliar, lalu 2021 sekitar 9,2 miliar, terakhir 2022 itu sekitar 10,4 miliar, dan semuanya sudah tersalurkan dengan tepat sasaran,” jelasnya.

Wakil Ketua LazisMU DIY M. Da’i Iskandar menyebut peningkatan nilai penghimpunan zakat juga dialaminya. “Pada 2020 itu Rp1,3 miliar, lalu 2021 sebesar Rp2,5 miliar, pada 2022 ada penurunan tapi tidak signifikan jadi sebesar 2,1 miliar,” jelasnya.

Penyaluran zakat oleh LazisMU, jelas Da’i, paling banyak dalam bentuk zakat produktif. “Kami kerjasama dengan berbagai lembaga di Muhammadiyah untuk turut membantu menyalurkannya dalam bentuk produktif agar mengentaskan kemiskinan. Misalnya untuk pendidikan itu lewat Disdakmen Muhammadiyah dalam bentuk beasiswa atau bantuan lainnya,” jelasnya.

Meskipun demikian, Da’i menyebut pemberian zakat konsumtif juga mendapat alokasi LazisNU. “Ada juga yang bentuknya konsumtif seperti bantuan sembako rutin setiap bulan sepanjang tahun, itu untuk yang benar-benar membutuhkan seperti lansia yang memang sudah tidak bisa produktif lagi,” terangnya.

Menjangkau Kantong Kemiskinan DIY

Pengentasan kemiskinan dengan zakat bahkan turut dikoordinasikan dengan Bappeda DIY oleh Baznas DIY. Ketua Baznas DIY Puji Astuti menjelaskan pihaknya terjun ke 15 kapanewon yang tergolong sebagai kantong kemiskinan DIY. “15 Kapanewon tersebut data dari Bappeda DIY, kami melakukannya secara bertahap. Pada 2022 kemarin kami menyasar empat kapanewon, lalu tahun ini empat kapanewon. Dilakukan bertahap karena memang kami juga punya keterbatasan,” katanya, Rabu sore.

Puji mengatakan program penyaluran zakat oleh Baznas DIY dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan kelurahan yang jadi sasaran. “Mislanya tahun ini di Selopamioro, Imogiri, ternyata di sana angak stuntingnya tinggi maka kami turut intervensi dengan program yang bersumber zakat di kami,” jelasnya.

Program penyaluran zakat Baznas DIY ke kantong kemiskinan, lanjut Puji, disusun dengan tidak tumpang tindih dengan pemerintah. “Supaya tidak tumpang tindih kami koordinasi dengan Bappeda dan terutama pemerintah kalurahan setempat, agar semuanya tepat sasaran mengatasi kemiskinan,” ujarnya.

Pengentasan kemiskinan zakat oleh Baznas DIY, sambung Puji, ditentukan oleh penghimpunan yang dilakukan. “Selama ini trennya juga meningkat, pada 2020 itu Rp9,6 miliar, lalu 2021 sudah Rp11,2 miliar, pada 2022 kemarin Rp12,6 miliar. Artinya kami juga minta peran serta masyarakat terutama yang tergolong mampu untuk menyalurkan zakatnya ke lembaga resmi seperti kami karena terjamin teransparasi dan akuntabilitasnya,” tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Panen Jagung di Tengah Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres di MK

News
| Senin, 22 April 2024, 15:37 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement