Pria Berinisial S Rusak Palang Pintu KA dan Tantang Petugas di Sleman
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
Polisi meninjau lokasi kecelakaan di jalan ringroad barat yang melibatkan kendaraan Mobil Mercedes Benz dan truk boks Hino./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Polisi tengah mempertajam kronologi kejadian kecelakaan Mercedes Benz di Jalan Ringroad Barat. Kecelakaan ini melibatkan kendaraan Mobil Mercedes Benz dan truk boks Hino.
Posisi korban, mobil sedan hingga truk saat kejadian kembali didalami lewat keterangan saksi-saksi dan peninjauan di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono menerangkan pihaknya kembali melakukan pendalaman materi atas kasus kecelakaan Mercedes Benz lalu lintas di Ringroad Barat yang terjadi pada Senin (31/7/2023) malam. Ada sejumlah detail kejadian yang coba diperdalam.
"Untuk mempertajam kembali terkait kronologis dari posisi berputarnya truk tersebut maupun asal kendaraan sedan tersebut dari arah selatan, pengenaannya bagaimana," katanya, Rabu (2/8/2023).
Polisi juga mendalami posisi berdiri korban WS, 27, sebagai pak ogah di lokasi kejadian. Termasuk mempertajam kembali detail infomasi posisi antara mobil sedan, korban, kemudian truk sampai di titik akhir berhentinya kendaraan sedan.
BACA JUGA: Korban Mafia Tanah Kas Desa Berburu Aset Robinson, Pendamping: Ada yang Dibawa Notaris
Pendalaman atas kasus ini coba digali dengan mengulik keterangan dari para saksi hingga pencarian rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. "Kami masih pendalaman juga dari saksi-saksi, kebetulan ada saksi juga yang saat itu di sebelah selatan rekannya," ungkapnya.
Hasil temuan Bowo, kendaraan sedan melaju dengan kecepatan lumayan tinggi saat kejadian. Bowo juga menyebut jika tidak ditemukan jejak rem di sekitar lokasi tabrakan.
"Saat kami temukan memang tidak ada [jejak rem], kemudian jejak selanjutnya ya pada saat mobil tersebut naik ke separator, kemudian ada beberapa tiang, kemudian beberapa pohon perindang yang menubruknya tersebut," tegasnya.
Dua hari sebelum kejadian forum lalu lintas sebenarnya telah membahas perlunya penambahan lampu hati-hati yang menyala kelap-kelip di titik-titik rawan. Lampu kuning yang menyala berkedip diharapkan menjadi perhatian pengendara untuk berhati-hati ketika mendekati ruas jalan tersebut.
"Memang ada di tempat-tempat tertentu masuk dalam kategori pembahasan [terlebih setelah kecelakaan Mercedes Benz], salah satunya memang di sepanjang Ringroad Barat ini ada tanda kuning, lampu kuning menyala seperti rotator di jalan tol yang sifatnya portabel. Itu setidaknya bisa memberikan warning kepada pengendara seperti itu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.