Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 10 Juli 2026, Cek Lokasi & Syaratnya
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, dan biaya. Layanan jemput bola memudahkan warga perpanjang SIM tanpa ke Satpas.
Sejumlah pasien dari kalangan mahasiswa UPN Veteran Jogja mengalami keracunan. / Twitter
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan mahasiswa baru (Maba) UPN Veteran Yogyakarta keracunan massal saat mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN), Jumat (18/8/2023) di Lapangan Kompleks Yonif 403 Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman.
BACA JUGA: Puluhan Maba UPN Jogja Keracunan Massal, Ini Tanggapan Pihak Rektorat
Hingga kini tercatat lebih dari 50 Maba UPN Veteran Yogyakarta keracunan massal. Para korban langsung dirujuk dan ditangani di sejumlah rumah sakit.
Berikut Kronologi Puluhan Maba UPN Jogja Keracunan Massal
Maba UPN Veteran Yogyakarta mengikuti kegiatan PKKBN pada Jumat (18/8/2023) di Lapangan Kompleks Yonif 403 Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman. Ada sekitar 700 Maba yang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan PKKBN dilakukan sesuai kloter.
Saat para Maba mengikuti sesi santap siang. Menu santap siang. Menu santap siang umumnya disediakan kerjasama dengan pihak ketiga. Setelah menyantap makan siang, tidak begitu lama, sore hari sebagian Maba merasa mual. Diduga, penyebab keracunan berasal dari menu santap siang para Maba.
"Ada yang muntah-muntah, tapi sebagian besar langsung ditangani dari pihak 403 dan perlu rujukan, sudah rujukan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut," kata Kasubag Kerjasama dan Humas UPN Markus Kusnardijanto.
Pihak UPNVY melalui Anggota Tim Kesehatan Panitia PKKBN UPNVY 2023, Arif Rianto Budi Nugroho, membenarkan kejadian itu. Tim kesehatan, katanya, langsung meluncur ke lokasi kemudian menangani pasien yang mengalami sakit ke beberapa rumah sakit rujukan.
"Maba yang sakit langsung dirujuk ke rumah sakit kemudian koordinasi karena semakin banyak yang mengalami sakit itu membutuhkan angkutan sehingga dari petugas PMI DIY berkoordinasi dengan PSC 119 DIY untuk datang memberikan pertolongan," kata Arif Rianto.
BACA JUGA: Keracunan Massal Maba UPN Veteran Jogja, RSUP Sardjito: Keluhan Nyeri Perut hingga Pusing
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyebut bahwa Maba UPN Veteran Yogyakarta yang diduga mengalami keracunan dirawat di sejumlah rumah sakit. Seperti RSUP Dr Sardjito, RS Condongcatur, RS JIH, RSA UGM, RS Hermina dan Klinik Praktek Siaga 24 jam.
Berdasarkan catatan BPBD Sleman, total terdapat 71 Maba UPN Veteran Yogyakarta yang mengalami keracunan. Sebanyak 15 Maba dirawat di RSUP Sardjito, 7 Maba di RS Condongcatur, Rumah Sakit JIH sebanyak 25 Maba dan di RSA UGM sebanyak 13 Maba.
Kemudian di RS Hermina 7 Maba, RSUD Bantul 1 Maba, Rumah Sakit Panti Rini 1 Maba, Klinik Praktek Siaga 24 ada 1 Maba, serta Klinik Gading 1 Maba. "Kami, RSUP Dr Sardjito menangani kasus ini sebanyak 15 pasien. Kami rawat melalui IGD dan 13 pasien dilakukan penanganan dan pemantauan di ruang rawat inap. 2 pasien masih pemantauan dan penanganan di IGD," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Banu Hernawan.
"Semua pasien sudah kami tangani sesuai tatalaksana keluhan yang muncul pada pasien tersebut. Keluhan yang ada, nyeri perut, mual, pusing dan ada beberapa yang diare," tambah Banu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, dan biaya. Layanan jemput bola memudahkan warga perpanjang SIM tanpa ke Satpas.
Volkswagen rencana PHK 100.000 pekerja dan tutup 4 pabrik di Jerman. Serikat pekerja protes. Tekanan tarif AS, margin EV tipis, dan persaingan China paksa restr
Jorge Martin dan Ai Ogura resmi pindah ke Yamaha mulai MotoGP 2027. Martin: "Keputusan terbaik untuk masa depan." Ogura: "Hal baik untuk saya." Tinggalkan April
Norwegia pindah hotel jelang laga vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 karena kebisingan proyek. Haaland sebut ini pertandingan terbesar. FIFA fasilita
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat