Advertisement
Volume Sampah Jogja Menurun Berkat Mbah Dirjo
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Volume sampah yang diproduksi Kota Jogja mengalami penurunan selama TPA Piyungan ditutup. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja menunjukan terdapat penurunan volume sampah sebesar 35 ton per hari.
Penurunan volume sampah ini terjadi karena warga Jogja mulai menggunakan biopori untuk mengelola sampahnya. Kepala DLH Jogja Sugeng Darmanto merinci volume sampah Jogja saat pertama TPA Piyungan ditutup sebesar 130 ton per hari, lalu berangsur turun jadi 95 ton perhari.
Advertisement
“Penurunan volume sampah ini jadi progres baik yang dilakukan masyarakat dimana mulai menggunakan biopori seperti yang dikampanyekan lewat Gerakan Mbah Dirjo,” katanya, Selasa (22/8/2023).
Gerakan Mbah Dirjo adalah Gerakan Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori Ala Jogja yang digencarkan Pejabat Walikota Jogja Singgih Raharjo pada Juli lalu. “Gerakan Mbah Dirjo sudah terbukti menurunkan volume sampah yang ada,” kata Singgih.
Singgih menjelaskan Gerakan Mbah Dirjo sudah terdata memiliki 16.000 biopori yang dikelola masyarakat Jogja. “Target Gerakan Mbah Dirjo bisa berkontribusi mengurangi sampah berkisar 20-30 persen dari total volume sampah yang dihasilkan Kota Jogja sekitar 200 ton per hari, kami optimis kesuksesan Gerakan Zero Sampah Anorganik dapat menular ke Gerakan Mbah Dirjo ini,” terangnya.
BACA JUGA: Melihat Laut dari Atas Bukit, Ini Rute ke Puncak Segoro Gunungkidul
Pengurangan volume sampah organik yang cukup menyumbang total sampah Jogja, lanjut Singgih, tak terbatas ditangani hanya dengan biopori tapi juga ember tumpuk, maggot, losida, hingga biolos. “Kami akan terus memfasilitasi bank sampah untuk terus menggencarkan pengelolaan sampah organik mandiri di masing-masing rumah tangga,” tuturnya.
Pengelolaan sampah Pemkot Jogja juga terus diupayakan dengan mengembangkan TPS3R Nitikan dan TPST Karangmiri. “Tak hanya masyarakat, dinas-dinas juga terus berinovasi untuk mengurangi sampah seperti Dinas Perdagangan yang mengurusi sampah pasar-pasar di bawahnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Berduka Setelah Tiga Pejabat Tinggi Tewas dalam Dua Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Libur Lebaran, Kapasitas KAI Bandara Jogja Naik Jadi 275 Ribu Kursi
- Warga Wirobrajan Terima THR dari Tabungan Bank Sampah
- Muncul Antraks, DPRD DIY Kebut Raperda Keamanan Pangan Hewani
- Polisi Endus Unsur Pidana dalam Kasus Laka Pembalap Aldi Satya
- Dinkes Kota Jogja Siapkan Tiga Pos Kesehatan di Kawasan Malioboro
Advertisement
Advertisement






