Rute dan Tarif Trans Jogja 2026, Kini Full Pembayaran Digital
Cek daftar rute dan tarif Trans Jogja 2026 lengkap dengan sistem pembayaran digital dan jalur menuju titik strategis di DIY.
Sejumlah pemeran dan produser film Cireng dan Anak Singkong berfoto di sela-sela nonton bersama, Kamis (24/8/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film bertajuk Cinta Dicontreng atau Cireng dan Anak Singkong secara resmi diluncurkan oleh Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan DIY, Kamis (24/8/2023). Film yang melibatkan sejumlah seniman lokal itu diharapkan dapat mengedukasi para pelajar di DIY.
Film Cinta Dicontreng atau Cireng dibintangi oleh Briliana Desy Arfira atau lebih dikenal dengan Yu Ning di film Tilik. Film ini menceritakan tentang pengurus osis mengadakan seleksi calon peserta lomba, setelah mendapatkan nama, ternyata mengundurkan diri alasan sakit. Kemudian terjadi perdebatan untuk menentukan nama pengganti. Ketua OSIS menyelidiki hingga menemukan fakta siswa yang mengusulkan untuk mengganti peserta menyuap calon peserta dengan peralatan vlog agar dirinya mundur.
BACA JUGA : Talk to Me Tayang Besok di Bioskop, Film Horor Klenik di Era Media Sosial
Adapun film Anak Singkong dibintangi oleh Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso. Menceritakan sosok Cendani seorang anak yatim bersekolah di SMA Negeri. Ia tinggal bersama Ibunya yang sudah tua, untuk memenuhi segala kebutuhan mereka bergantung dari hasil berjualan makanan dari bahan dasar singkong. Berawal dari tugas sekolah dan dukungan juragan singkong, Cendani membuat olahan singkong lebih inovatif dan kreatif agar dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Kedua film ini mengandung pesan untuk pelajar di DIY, Cireng ini mengajarkan bagaimana proses berdemokrasi, bermusyawarah. Kalau Anak Singkong pesan tentang pelajar yang memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Kepala Balai Tekkomdik DIY Rudy Prakanto.
Rudy mendorong agar semua sekolah terutama jenjang SMA agar menonton kedua film tersebut. Selain diunggah di Youtube, film tersebut akan ditayangkan di semua sekolah dengan harapan pesan bisa langsung dipahami para pelajar DIY.
“Film ini pembuatannya melibatkan para pelajar yang memiliki potensi dalam berakting. Tahun ini kami memproduksi lima film, tiga masih dalam proses, itu juga akan ditontonkan ke sekolah tetapi sifatnya mandiri. Nilainya tentu edukasi dan penanaman karakter,” ujarnya.
Yu Ning mengaku senang bisa bermain film dengan para pelajar Jogja. Dalam prosesnya memang banyak pelajar yang masih kaku, akan tetapi setelah mereka sedikit berlatih dan hasilnya justru lebih natural.
BACA JUGA : 6 Film Budaya tentang Jogja Diluncurkan Perdana di Bioskop
“Itu reading-nya [gladi bersih semura urutan film] hanya digelar sekali saja. Saya sempat ragu, ini hanya digelar sekali. Tetapi setelah melihat hasilnya sangat menarik,” ujarnya.
Adapun Den Baguse Ngarso lebih menaruh harapan agar film tersebut bisa dilihat semua pelajar di DIY. Karena memuat pesan yang cocok menjadi penanaman karakter usia pelajar. “Mak saya sepakat ketika semua sekolah ini sebaiknya nonton film ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek daftar rute dan tarif Trans Jogja 2026 lengkap dengan sistem pembayaran digital dan jalur menuju titik strategis di DIY.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.