Advertisement
Polri Adopsi Jaga Warga Sebagai Sistim Kamtibmas Nasional
Jagongan Jaga Warga dan penyerahan HT yang dibiayai oleh dana keistimewaan (danais) di Nara Kupu Jogja, Dusun Pandanpuro, Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Rabu (23/8/2023). - Harian Jogja/Jumali
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA –Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri berencana mengadopsi penerapan Jaga Warga di DIY menjadi role model atau teladan bagi sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh Indonesia.
Rencana itu disampaikan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Baharkam Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Julianto usai beraudiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (25/8/2023)
Advertisement
"Yogyakarta punya program unggulan yang disebut Jaga Warga. Rencana kami dengan informasi dari beliau (Sultan HB X), ini akan menjadi role model bagi sistem dalam kepolisian di seluruh Indonesia," katanya.
Sebagaimana diketahui Jaga warga sesuai adalah upaya menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat
Menurut Agung, berbagai upaya hasil sinergi dari polisi, pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun rasa aman di tengah masyarakat melalui Jaga Warga ini diharapkan bisa menjadi contoh pemeliharaan kamtibmas di daerah lain.
"Bisa menjadi contoh di berbagai tempat, bagaimana polisi dan masyarakat serta pemerintah bersinergi membangun rasa aman di tengah-tengah masyarakat," kata Agung.
Berkaca dari implementasi Jaga Warga, Agung mengatakan salah satu pesan yang disampaikan Sultan HB X adalah untuk menggunakan kearifan lokal sebagai pendekatan dalam membangun dan memelihara kamtibmas.
Dalam Jaga Warga, masyarakat juga dilibatkan bersama-sama dan bertanggung jawab tentang situasi keamanan di wilayahnya masing-masing.
"Jadi, dengan wejangan-wejangan dari beliau, nantinya kami akan membuat kebijakan, bagaimana kita membangun sinergi antar-tiga unsur, yakni polisi, masyarakat dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama membuat kebijakan pemolisian sesuai dengan kearifan lokal masing-masing," jelasnya.
Di tengah beragam karakteristik masyarakat, geografis, juga demografisnya di Indonesia, Agung berharap Yogyakarta mampu menjadi teladan untuk kegiatan dalam kepolisian itu.
Di samping itu, Sri Sultan HB X pun berkenan untuk memberikan berbagai wejangan mwngenai upaya pemeliharaan kamtibmas secara langsung dalam rapat kerja teknis yang akan diselenggarakan Baharkam Polri pada 12 September 2023 di Yogyakarta
Rapat kerja teknis Baharkam Polri yang rencananya dihadiri oleh seluruh pejabat direktorat dari seluruh Polda tersebut akan membahas mengenai kebijakan kepolisian ke depan, khususnya dalam menghadapi situasi keamanan menyongsong Pemilu 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dilarang Pakai Pangkalan, Trump Ancam Putus Hubungan dengan Spanyol
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Veda Ega Pratama Moncer di Moto3, SMA Taman Madya IP Beri Dukungan
- Pencairan Dana Desa Gunungkidul Dikebut, Cegah Anggaran Hangus
- Stok Darah Ramadan Aman, PMI Sleman Siaga 100 Kantong
- Tanah Longsor di Sriharjo Bantul, Batu Besar Jebol Tembok Rumah Warga
- Sebut Anggaran MBG Fantastis, Mahasiswa Bantul Tuntut Evaluasi Total
Advertisement
Advertisement







