Cara Membuat Kategori Status WhatsApp agar Tak Dilihat Semua Kontak
Cara membuat kategori khusus status WhatsApp untuk memilih audiens seperti keluarga, sahabat, atau rekan kerja tanpa memilih kontak satu per satu.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Nasib nahas dialami oleh Sukamto, warga Toino RT2/RW16 Pandowoharjo, Sleman, Sabtu (26/8/2023). Pria berusia 65 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia saat sedang memperbaiki sumur.
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengungkapkan awalnya petugas Basarnas menerima laporan dari Damkar Sleman terkait adanya peristiwa orang terjatuh di dalam sumur di Pandowoharjo, Sleman.
Saat itu, korban dilaporkan sedang memperbaiki sumur di kedalaman kurang lebih 15 sampai 20 meter. Korban merasa lemas dan berusaha naik. Namun, korban terjatuh.
"Mendapat laporan tersebut kami memberangkatkan 1 Tim Rescue yang dilengkapi dengan peralatan evakuasi di ruang terbatas," katanya.
Setelah sampai dilokasi Tim Rescue Basarnas Yogyakarta langsung berkordinasi dan melakukan proses evakuasi. Usai proses evakuasi berlangsung kurang lebih 30 menit korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dari kedalaman Sumur kurang lebih 15 sampai 20 meter dalam kondisi Meninggal dunia. "Korban Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara membuat kategori khusus status WhatsApp untuk memilih audiens seperti keluarga, sahabat, atau rekan kerja tanpa memilih kontak satu per satu.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Pemda DIY menyalurkan 40 kilogram obat-obatan melalui Tim FK-KMK UGM untuk korban bencana di Kabupaten Ngada, NTT.