Sering Lupa dan Sulit Fokus? Kenali 6 Penyebab Brain Fog
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Nasib nahas dialami oleh Sukamto, warga Toino RT2/RW16 Pandowoharjo, Sleman, Sabtu (26/8/2023). Pria berusia 65 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia saat sedang memperbaiki sumur.
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengungkapkan awalnya petugas Basarnas menerima laporan dari Damkar Sleman terkait adanya peristiwa orang terjatuh di dalam sumur di Pandowoharjo, Sleman.
Saat itu, korban dilaporkan sedang memperbaiki sumur di kedalaman kurang lebih 15 sampai 20 meter. Korban merasa lemas dan berusaha naik. Namun, korban terjatuh.
"Mendapat laporan tersebut kami memberangkatkan 1 Tim Rescue yang dilengkapi dengan peralatan evakuasi di ruang terbatas," katanya.
Setelah sampai dilokasi Tim Rescue Basarnas Yogyakarta langsung berkordinasi dan melakukan proses evakuasi. Usai proses evakuasi berlangsung kurang lebih 30 menit korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dari kedalaman Sumur kurang lebih 15 sampai 20 meter dalam kondisi Meninggal dunia. "Korban Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
BPBD Gunungkidul mencatat bantuan air bersih mencapai 698 tangki atau 3,49 juta liter. Distribusi diperkirakan berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
KH Marsudi Syuhud menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 setelah mendapat dukungan dari PWNU dan PCNU.
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Damkar Kulonprogo mengevakuasi ular koros sepanjang 1,5 meter yang ditemukan di gudang toko di Nagung, Wates saat aktivitas bersih-bersih.
KPDI ke-17 di UMY mendorong transformasi perpustakaan menghadapi era AI melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan literasi informasi.