Bocoran iPhone 18e Bikin Kecewa, Apple Masih Pakai Layar 60Hz
Bocoran terbaru menyebut iPhone 18e masih memakai layar 60Hz tanpa ProMotion dan Always-On Display. Apple disebut tetap menahan fitur premium untuk seri Pro.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Nasib nahas dialami oleh Sukamto, warga Toino RT2/RW16 Pandowoharjo, Sleman, Sabtu (26/8/2023). Pria berusia 65 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia saat sedang memperbaiki sumur.
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengungkapkan awalnya petugas Basarnas menerima laporan dari Damkar Sleman terkait adanya peristiwa orang terjatuh di dalam sumur di Pandowoharjo, Sleman.
Saat itu, korban dilaporkan sedang memperbaiki sumur di kedalaman kurang lebih 15 sampai 20 meter. Korban merasa lemas dan berusaha naik. Namun, korban terjatuh.
"Mendapat laporan tersebut kami memberangkatkan 1 Tim Rescue yang dilengkapi dengan peralatan evakuasi di ruang terbatas," katanya.
Setelah sampai dilokasi Tim Rescue Basarnas Yogyakarta langsung berkordinasi dan melakukan proses evakuasi. Usai proses evakuasi berlangsung kurang lebih 30 menit korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dari kedalaman Sumur kurang lebih 15 sampai 20 meter dalam kondisi Meninggal dunia. "Korban Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bocoran terbaru menyebut iPhone 18e masih memakai layar 60Hz tanpa ProMotion dan Always-On Display. Apple disebut tetap menahan fitur premium untuk seri Pro.
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan
Gempa Venezuela memicu lebih dari 500 gempa susulan. Korban tewas mencapai 1.450 orang, ribuan dirawat, dan 12.000 warga mengungsi.
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.