Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Pipanisasi di kawasan sentra bawang merah di Srikayangan, Kulonprogo.-Istimewa. dok, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jaringan listrik kini sudah masuk kawasan pertanian bawang merah Bulak Srikayangan di Kalurahan Srikayangan, Kabupaten Kulonprogo. Jaringan instalasi listrik tersebut merupakan bantuan keuangan khusus Rp1,5 miliar untuk konversi bahan bakar minyak ke listrik pendukung budi daya bawang merah dan menghemat biaya produksi.
Penjaga pompa air dan juga petani bawang merah Bulak Srikayangan Tino di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan pada saat kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Daerah Istimewa Sri Sultan HB X pada 3 Oktober 2022, petani mengusulkan bahan bakar minyak (BBM) ke konversi listrik.
Kalurahan/Desa Srikayangan mendapatkan bantuan keuangan khusus kalurahan (BKK) sesuai dengan usulan petani Srikayangan yakni penghematan bahan bakar minyak yang digunakan untuk menyiram tanaman bawang merah.
BACA JUGA: PLN Icon Plus Merevitalisasi Kabel Fiber Optik Sepanjang 1.600 Meter di Kawasan UGM
"Kalurahan Srikayangan mendapat kucuran dana sekitar Rp1,5 miliar untuk fasilitasi listrik masuk lahan sawah," kata Tino.
Ia mengatakan bantuan BKK Srikayangan tersebut telah turun dan sudah direalisasikan sesuai rencana anggaran belanja (RAB) yang telah disusun Pemerintah Kalurahan Srikayangan.
Pada saat ini yang sudah terealisasi ialah pembangunan delapan gardu induk yang berada di bulak sawah, beberapa tiang listrik, tiga paket pompa air listrik besar yang telah terpasang instalasi listrik juga perpipaan.
"Dari tiga unit paket pompa air listrik besar yang sudah berfungsi baru dua unit karena yang masih proses akhir instalasi perpipaan," katanya.
Ia mengatakan bahwa dengan menggunakan dua unit pompa listrik besar setara menggunakan tujuh unit pompa air bermesin diesel spesifikasi 7,5 pk pada waktu sebelumnya.
Sehingga diketahui sementara bahwa penggunaan listrik untuk tenaga pompa air sangat menghemat biaya operasional budidaya bawang merah. Semoga pemasangan instalasi listrik segera selesai dan dilanjutkan nanti setiap petani bawang merah mengganti pompa air bermesin ke pompa motor listrik.
"Adanya listrik dapat menghemat operasional dan petani bawang merah sejahtera," katanya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Trenggono Trimulyo berharap BKK konversi BBM ke listrik mendukung percepatan pengembangan sentra bawang merang di kawasan Bulak Srikayangan.
Ia juga berharap konversi BBM ke listrik ini mampu mengurangi biaya produksi bawang merah.
"BKK konversi BBM ke listrik mempercepat pengembangan kawasan sentra barang merah dan mengurangi biaya produksi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.