Suami Lawan Istri Warnai Pemilihan Lurah di Gunungkidul, Ini Alasannya
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (Ketiga dari kanan) bersama jajaran Forkompida meninjau kesiapan armada dalam apel siaga darurat kekeringan yang berlangsung di Lapangan Ksatriyan, Wonosari, Rabu (30/8/2023). -Harian Jogja/ David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini. Pemkab akan terus berupaya memberikan layanan dalam pemenuhan air bersih.
“Tetap tenang dalam mengahadapi kondisi saat ini. Sebab, pemerintah bersama seluruh pihak sudah siap siaga untuk membantu,” kata Sunaryanta pada saat Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Ksatriyan, Wonosari, Rabu (30/8/2023).
Dia menjelaskan, dengan diselenggarakannya apel siaga, maka pemkab sudah bersiap menghadapi dampak dari kemarau di tahun ini. Untuk mengantisipasi sudah menyiapkan sumber daya manusia, mulai dari internal pemkab hingga melibatkan organisasi kemasyarakatan.
“Kerja sama lintas sektoral sangat dibutuhkan agar penangnaan bisa dioptimalkan,” katanya.
Guna penanganan masalah kekeringan, sudah ada upaya dari BPBD untuk menyalurakan bantuan air bersih. Selain itu, juga ada upaya jangka panjang agar masyarakat lebih mudah mendapatkan air bersih.
Salah satu program yang dijalankan adalah optimalisasi sumber sungai bawah tanah. Adapun yang sudah dijalankan adalah sumber di Sungai Bawah Tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.
“Semakin banyak air yang diproduksi, maka jangkauan layanan bisa semakin luas juga,” katanya.
BACA JUGA: Musim Kemarau, Lahan Tadah Hujan Gunungkidul Tak Tergarap
Untuk droping air, lanjut Purwono tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Pasalanya, ada 11 kapanewon yang memiliki alokasi anggaran sehingga melaksankan penyaluran secara mandiri.
Sebelas kapanewon yang melakukan dropping mandiri di antaranya Purwosari, Panggang, Paliyan, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Ponjong, Nglipar, Gedangasari dan Patuk. Adapun yang tak mengalokasikan di antaranya Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu, Karangmojo, Semin, Ngawen dan Saptosari.
Dia menjelaskan, total penyaluran air bersih hingga sekarang ini sudah mencapai 1.338 tangki. Rinciannya, sebanyak 1.196 tangki disalurkan oleh 11 kapanewon [pemilik anggaran droping], BPBD menyalurkan sebanyak 110 tangki dan sisanya 32 tangki merupakan bantuan dari pihak swasta serta donatur.
“Dari penyaluran ini sudah menyasar ke 7.402 kepala keluarga yang tersebar di sebelas kapanewon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.