Sembilan SD Negeri di Gunungkidul Tak Dapat Murid Baru pada SPMB 2026
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Proses penyaluran air bersih di salah satu penampungan milik masyarakat di Kapanewon Girisubo. Foto diambil beberapa waktu lalu./Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penyaluran air bersih ke masyarakat hingga sekarang terus dilakukan. Namun demikian, anggaran di kapanewon mulai menipis karena dropping sudah dilakukan sejak Juni 2023. Sementara musim kemarau masih berlangsung dan diprediksi sampai awal 2024
Anggaran droping yang makin menipis terlihat di Kapanewon Tepus. Total hingga sekarang sudah menyalurkan air bersih ke masyarakat sebanyak 340 tangki.
Kepala Jawatan Sosial, Kapanewon Tepus, Joko Santoso mengatakan, wilayahnya masuk daerah rawan kekeringan saat kemarau. Oleh karenanya, setiap tahun mengalokasikan anggaran dropping air untuk membantu warga.
Di tahun ini, kapanewon menyediakan anggaran sebesar Rp76,5 juta. Jumlah tersebut untuk membantu masyarakat sebanyak 450 tangki.
Meski demikian, ia mengakui penyaluran yang dilaksanakan kapanewon hanya menyasar Kalurahan Tepus, Purwodadi dan Sidoharjo. Adapun untuk Kalurahan Giripanggung dan Sumberwungu, penyaluran dimintakan bantuan ke BPBD Gunungkidul.
“Dropping sudah kami lakukan sejak Juni dan hingga sekarang masih berlangsung,” kata Joko, Kamis (14/9/2023).
Dia menjelaskan, hingga pertengahan September, penyaluran air bersih sudah mencapai 340 tangki. Hal ini berarti anggaran droping yang dimiliki semakin menipis karena sudah dipergunakan untuk operasional selama dropping.
“Tinggal sekitar 110 tangki dan diakhir Oktober sudah habis,” katanya.
Joko mengungkapkan, apabila dana dropping yang dimiliki habis, maka penyaluran air bersih akan mengajukan bantuan ke BPBD Gunungkidul. “Kami sudah tidak memiliki anggaran lagi. Jika habis, maka minta bantuan ke BPBD,” ungkap dia.
Kepala Jawatan Sosial, Kapanewon Girisubo, Paelan mengatakan, hingga pertengahan September sudah menyalurkan air bersih ke masyarakat sebanyak 210 tangki. Ia mengakui, untuk kuota memiliki alokasi sebanyak 510 tangki yang akan disalurkan di tahun ini.
“Jadi stoknya masih ada,” kata Paelan.
Meski demikian, ia mengungkapkan tidak seluruh kalurahan dicover oleh kapanewon. Pasalnya, Kapanewon Girisubo hanya menangani masalah kekeringan di Kalurahan Songbanyu, Jerukwudel, Tileng dan Pucung.
“Untuk Balong, Jepitu, Karangawen dan Nglindur, kami mintakan bantuan ke BPBD Gunungkidul,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, untuk dropping tidak hanya dilakukan BPBD, namun ada sebelas kapanewon yang juga memberikan bantuan ke masyarakat. “Untuk BPBD sudah menyalurkan 230 tangki. Kalau ditotal antara kapanewon dan BPBD, maka yang disalurkan masyarakat di kemarau tahun ini sudah mencapai sekitar 2.000 tangki,” katanya.
Sumadi mengakui, anggaran dropping di BPBD masih mencukupi karena ditahun ini menargetkan bantuan sebanyak 1.000 tangki. “Stok masih aman dan kalau habis, kami bisa menambahkan anggaran dengan mengakses alokasi Belanja Tak Terduga milik pemkab,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Rabu 17 Juni 2026 lengkap. Cek jam berangkat, tips tiket, dan info terbaru.
Jadwal SIM keliling Jogja 17 Juni 2026 di Godean. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM terbaru.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini cerah berawan dengan suhu hingga 32°C. BMKG imbau waspada perubahan cuaca lokal.
Film zombie Korea Colony karya Yeon Sang-ho menembus 5 juta penonton dalam tiga pekan. Sukses besar di Cannes dan box office 2026.
Terlalu sering minum kopi kekinian bisa memicu gangguan tidur, berat badan naik hingga risiko diabetes. Simak 13 dampaknya bagi kesehatan.