UGM Temukan Residu PVC di Lokasi Api Misterius Seyegan
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Suasana area proyek pembangunan tol Jogja-Solo seksi 2 paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman pada Rabu (2/8/2023)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan pohon milik Dinas Lingkungan Hidup Sleman dipastikan bakal kena lantaran akibat pembangunan tol Jogja-Solo. Sebagian pohon akan dipindahkan, sebagian lagi ditebang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani menerangkan ada ratusan pohon peneduh di area Ring Road yang bakal ditebang lantaran terdampak tol. Ratusan pohon tersebut berjajar dari flyover Jombor hingga tikungan Ngawen.
"Untuk pekerjaan tol dari jembatan Jombor sampai tikungan Ngawen, ada 250 pohon yang ditebang dan akan diganti," kata Epi dikonfirmasi pada Jumat (15/9/2023).
Epi menjelaskan kondisi pohon yang terdampak tol Jogja-Solo akan ditinjau terlebih dulu. Jika memungkinkan akan ditanam kembali di area yang tidak mengganggu pembangunan tol. "Kalau memang masih ada yang bisa ditanam, biar mereka [pohon] jangan tebang tapi diambil per pohon," katanya.
Namun Epi menggarisbawahi meskipun terdampak tol, nantinya pohon di area tersebut jumlahnya harus tetap sama seperti sebelumnya. "Yang penting jumlah pohon di situ enggak berkurang. Kan prinsipnya itu," tegasnya.
Pasalnya selain berfungsi sebagai peneduh jalan, pohon-pohon di area ring road tersebut juga menjadi penyuplai oksigen. "Agar kita nanti enggak kekurangan oksigen. Kalau nanti kurang [jumlah pohonnya] nanti kita kekurangan oksigen," katanya.
BACA JUGA: Bukan Kereta Api, Kemenhub Condong Pakai Bus Rapid Transit untuk Kawasan Borobudur
Sebelumnya Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Solo-Jogja Paket 2.2, Agung Murhandjanto mengungkapkan ada 12 item utilitas yang akan dibongkar maupun direlokasi. Belasan item tersebut mencakup guadrail, tiang PJU sementara, tiang listrik, perambuan, lampu merah solar cell, radio frekuensi, patok delineator, halte, dua kabel provider, satu kabel Internet termasuk pohon.
Pembongkaran dan relokasi utilitas ini akan dilakukan mulai 8 September 2023 hingga 31 Desember 2023 dengan estimasi waktu 115 hari.
Pohon menjadi salah satu utilitas yang rencananya akan turut dibongkar sebelum pembangunan tol Jogja-Solo Paket 2.2 di kawasan ring road berlangsung. Berdasarkan jadwal pohon di area tersebut akan dibongkar pada September ini. Pembongkarannya dilakukan selama 45 hari hingga 26 Oktober 2023 nanti. "Pohon milik DLH Sleman," kata Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.