Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi beras impor - ist/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Jetis, Saptosari, Gunungkidul berharap bantuan beras dari pemerintah bisa ditambah. Usulan ini disampaikan pada saat penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah di Kapanewon Saptosari, Selasa (19/9/2023).
“Yang diterima sekarang ini seberat 10 kilogram. Kalau bisa ditingkatkan menjadi 25 kilogram,” kata Kamiyem di sela-sela penyerahan bantuan.
Menurut dia, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi keluarga penerima. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun dikarenakan kondisi yang sulit dan harga beras yang masih tinggi maka berharap bisa ditambah. “Kan Cuma berharap ditambah, boleh kan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, untuk penyaluran bantuan tidak hanya diberikan sekali. Pasalnya, bantuan diberikan selama tiga bulan.
“Jadi Oktober dan November masih ada bantuan beras yang disalurkan ke Masyarakat. Setiap penyaluran mendapat jatah beras seberat sepuluh kilogram per keluarga,” katanya.
Sunaryanta menjelaskan, penerima bantuan di Kapanewon Saptosari sebanyak 5.687 keluarga penerima manfaat. Adapun rinciannya, Kalurahan Jetis sebanyak 676 keluarga, Kanigoro ada 1.072 keluarga, Kepek 880 keluarga, Krambilsawit 916 keluarga, Monggol 710 keluarga, Ngloro sebanyak 457 keluarga dan Planjan sebanyak 976 keluarga.
“Saya berharap bantuan ini membawa semangat untuk berusaha dan tentunya demi kesejahteraan di masing-masing keluarga,” kata Sunaryanta.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, penerima bantuan pangan beras di Gunungkidul ada 100.860 keluarga. Jumlah ini merupakan akumulasi penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Dia menjelaskan, bantuan pangan beras dilakukan oleh Badan Pangan Nasional dengan menggandeng Bulog selaku penyalur ke masyarakat. Pelaksanaan di Gunungkidul sudah dilaunching di Kalurahan Pringombo di Kapanewon Rongkop, Senin (11/9/2023).
“Kami targetkan hingga akhir bulan ini penyaluran tahap satu sudah selesai dan seluruh keluarga penerima manfaat telah mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.
BACA JUGA : Penyaluran Bantuan Beras hingga November, Menjangkau 100.860 KK di Gunungkidul
Asti mengakui akan melakukan monitoring terhadap distribusi ke masyarakat yang dilaksanakan oleh Bulog. Selain memastikan seluruh keluarga menerima bantuan, juga untuk memastikan beras yang diberikan layak konsumsi.
“Makanya perlu dilakukan monitoring agar lancar serta bantuan bisa diterima masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 dibuka di Manding, Gilangharjo, dan Wukirsari. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.