Warga Kelas Menengah Menyusut dan Daya Beli Kian Tertekan, Ini Penyebabnya
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
Beras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul, menyebutkan keluarga penerima manfaat bantuan pangan beras di wilayah ini sebanyak 100.860 kepala keluarga.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Gunungkidul Asti Wijayanti di Gunungkidul, Jumat (15/9/2023), mengatakan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo penyaluran bantuan pangan beras dimajukan waktunya.
"Pelaksanaan dilakukan mulai September hingga November 2023. Bantuan diberikan selama tiga bulan. Untuk Gunungkidul ada 100.860 keluarga penerima bantuan," kata Asti.
Ia mengatakan setiap bulannya keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan beras seberat sepuluh kilogram. Bantuan pangan beras dilakukan oleh Badan Pangan Nasional dengan menggandeng Bulog selaku penyalur ke masyarakat.
“Kami targetkan hingga akhir bulan ini penyaluran tahap satu sudah selesai dan seluruh keluarga penerima manfaat telah mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Flare, Kebakaran Bromo Mencapai 504 Hektare
Meskipun tidak ikut penyaluran bantuan beras, Asti mengakui akan melakukan monitoring terhadap distribusi bantuan ke masyarakat yang dilaksanakan oleh Bulog. Selain memastikan seluruh keluarga menerima bantuan, juga untuk memastikan beras yang diberikan layak konsumsi.
“Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring agar distribusi bantuan lancar dan diterima keluarga penerima manfaat,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Ari Siswanto menyambut baik adanya bantuan beras yang digelontorkan pemerintah kepada warga. Diharapkan dengan pelaksanaan program ini bisa memberikan dampak terhadap upaya stabilitas harga beras di pasaran yang masih tinggi.
“Mudah-mudahan bisa memberikan dampak agar harga beras bisa turun dan kembali normal,” kata Ari.
Meskipun demikian, ia berharap kepada pemkab agar mengawasi penyaluran yang dilakukan Bulog. Selain untuk memastikan bantuan dapat tepat sasaran, namun juga sebagai upaya agar beras yang disalurkan benar-benar berkualitas dan layak konsumsi. “Distribusi bantuan beras memang harus diawasi penyalurannya,” kata Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Simak diskon tiket Nataru 2026/2027, mulai kereta api 30%, kapal PELNI 30%, PPN pesawat ditanggung pemerintah, hingga stimulus ASDP.