ASN Jogja Live Medsos saat Jam Kerja Akan Disanksi, Ini Kata BKPSDM
BKPSDM Kota Jogja mengingatkan ASN yang live media sosial untuk kepentingan pribadi saat jam kerja berpotensi melanggar disiplin dan terkena sanksi.
Bahan pangan - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan beras dalam kondisi surplus menjelang perayaan Idulfitri 2026. Selain stok yang mencukupi, harga sejumlah komoditas pangan juga relatif stabil meski terdapat fluktuasi pada beberapa bahan pokok.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengatakan pasokan beras saat ini telah melampaui kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan pasokan beras di Kota Jogja mencapai sekitar 2.770 ton per minggu, sedangkan kebutuhan masyarakat sekitar 1.900 ton per minggu.
“Sehingga masih terdapat kelebihan sekitar 780,8 ton dengan ketahanan sekitar 1,4 bulan,” kata Sukidi, Selasa (10/3/2026).
Pasokan Beras dari Daerah Sekitar
Sukidi menjelaskan sebagian besar beras yang beredar di Kota Jogja berasal dari daerah sekitar. Hal ini karena Kota Jogja bukan wilayah penghasil beras sehingga pasokan diperoleh dari daerah lain di sekitarnya.
“Stok pangan di Kota Jogja dalam kondisi cukup bahkan surplus. Selain beras, beberapa komoditas lain juga memiliki cadangan yang memadai,” ujarnya.
Selain beras, beberapa komoditas lain juga tercatat mengalami surplus, di antaranya:
Telur ayam ras: surplus sekitar 129,6 ton dengan ketahanan sekitar 1,2 bulan
Daging ayam ras: surplus sekitar 108,3 ton dengan ketahanan sekitar 1,2 bulan
Minyak goreng: surplus sekitar 111,52 ton dengan ketahanan sekitar 1,6 bulan
Gula pasir: surplus sekitar 84,33 ton dengan ketahanan sekitar 2,3 bulan
Pasokan bahan pangan tersebut berasal dari berbagai jalur distribusi, baik distributor besar maupun kecil. Komoditas tersebut juga dapat diakses masyarakat melalui pasar rakyat maupun ritel modern di Kota Jogja.
Harga Cabai Paling Fluktuatif
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan tren harga bahan pokok secara umum masih relatif terkendali meski beberapa komoditas mengalami fluktuasi.
Menurutnya, cabai rawit merah menjadi komoditas yang paling fluktuatif karena dipengaruhi faktor cuaca, terutama pada musim hujan yang berdampak pada produksi dan distribusi dari daerah sentra.
“Cabai rawit merah memang paling fluktuatif karena faktor cuaca. Namun secara ketersediaan tetap aman dan tersedia di pasaran,” katanya.
Ia menjelaskan harga cabai rawit sempat turun di kisaran Rp70.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp85.000, dan saat ini berada di kisaran Rp95.000 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras justru mengalami penurunan dari sekitar Rp30.000 menjadi Rp29.000 per kilogram, sedangkan harga ayam ras relatif stabil di kisaran Rp39.000 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKPSDM Kota Jogja mengingatkan ASN yang live media sosial untuk kepentingan pribadi saat jam kerja berpotensi melanggar disiplin dan terkena sanksi.
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan ringan pada Senin, termasuk Yogyakarta, Semarang, dan Serang.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai AS-Iran telah tercapai. Selat Hormuz disebut akan dibuka kembali dan blokade laut dicabut.
Harga emas Pegadaian 15 Juni 2026 stabil. Emas Antam Rp2,82 juta per gram, UBS Rp2,709 juta, dan Galeri24 Rp2,696 juta.
Askab PSSI Sleman periode 2026-2030 resmi dilantik dengan fokus pada pembinaan usia dini, tata kelola organisasi, dan peningkatan kualitas kompetisi.