Terjangkit Leptospirosis, 7 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Ilustrasi Paguyuban Kepala Dusun Gunungkidul, Janaloka saat beraduiensi dengan anggota DPRD Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Paguyuban Kepala Dusun atau Dukuh se-Gunungkidul, Janaloka menyambut baik seruan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta agar pamong kalurahan tidak terjerat pinjaman online atau rentenir. Guna mewujudkan hal ini ada harapan agar gaji perangkat di kalurahan bisa dinaikkan.
Ketua Janaloka, Sutejo mengatakan, biaya sosial sebagai seorang perangkat sangat tinggi. Ia mencontohkan, pada saat musim hajatan, dalam sehari bisa mendapatkan 5-10 undangan. “Tetap harus datang karena sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan ini belum untuk kebutuhan sosial lainnya,” kata Sutejo saat dihubungi wartawan, Kamis (21/9/2023).
Menurut dia, penghasilan tetap yang diperoleh dan garapan tanah pelungguh hanya mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya anak sekolah. Ia tidak menampik ada yang sampai berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan sosial. “Oleh karena itu kami minta agar penghasilan yang diperoleh bisa dinaikan. Saya kira masih ada peluang dinaikkan, asalkan Pak Bupati ikhlas,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Pastikan Belum Ada Laporan Korban Pinjol, Segini Gaji Pamong Kalurahan
Keyakinan bisa menaikan siltap tak lepas dari penentuan nominal mengacu pada kebijakan daerah. “Mari bersama-sama membedah plot APBD dan kami menyakini masih ada peluang untuk menaikannya,” kata Sutejo.
Ditambahkannya, yang diterima pamong kalurahan bukan gaji, melainkan penghasilan tetap. Hal ini berarti bayaran pamong disesuaikan dengan jabatan, tanpa melihat masa kerja.
“Harapannya bisa diubah menjadi gaji sehingga masa kerja bisa masuk hitungan terkait dengan bayaran yang diterima setiap bulannya. Kalau sekarang kepala dusun sudah lama menjabat dengan baru, besarannya sama,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengingatkan kepada pamong di kalurahan tidak terjerat pinjaman online atau renternir. Hal ini disampaikan pada saat menjadi pembicara dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan di Balai Kalurahan Wunung, Wonosari, Kamis. “Dukuh [kepala dusun] atau pamong lainnya harus mampu mengelola keuangan dengan baik,” kata Sunaryanta.
Ia menjelaskan, sebagai pamong kalurahan memiliki beban sosial yang tinggi di masyarakat. Hal ini tak lepas dari statusnya sebagai tokoh masyarakat sehingga terus mendapatkan undangan hajatan, baik dari wilayah domisili maupun luar daerah. “Memang biaya sosial untuk hajatan tinggi, makanya keuangan yang dimiliki harus dikelola dengan baik,” katanya.
Sunaryanta tidak ingin tingginya kebutuhan sosial malah membuat perangkat kalurahan terjerat pinjol atau renternir. “Saya berpesan jangan sampai menghalalkan berbagai cara, hanya untuk memenuhi kebutuhan. Sebab, kalau sampai terlilit utang yang banyak bisa merugikan keluarga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Prabowo Subianto motivasi siswa Sekolah Rakyat di Bali agar tidak menyerah meski diejek dan tetap fokus belajar.
Usulan pajak nol persen impor suku cadang pesawat dinilai bisa tekan biaya operasional maskapai hingga 5 persen.
Bulog DIY percepat distribusi beras dan Minyakita. Stok capai 244 ribu ton, harga pangan di Jogja tetap stabil.
Harga telur ayam terus turun hingga Juni 2026. Pemerintah siapkan langkah menjaga peternak tetap untung dan harga tetap terjangkau.
Kasus TKD Condongcatur berkembang. Kejati DIY menyidik perkara baru, sementara lurah masih belum ditahan oleh Polda DIY.