Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak lima belas sekolah baik jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kulonprogo ditargetkan direhabilitasi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat. Alokasi dana total Rp3,6 miliar.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kulonprogo, Dorojatun Kuncoroyakti mengatakan bahwa khusus rehabilitasi gedung SMP dengan sumber dana APBD pihaknya hanya menyasar dua sekolah yaitu SMPN 4 Girimulyo dan SMPN 3 Pengasih.
“Di jenjang SMP, tahun depan ada dua sekolah yang kami rehab menggunakan dana APBD. Kalau dari DAK [dana alokasi khusus], kami masih menunggu,” kata Kuncoroyakti dihubungi, Senin (9/10/2023).
Kuncoroyakti menambahkan sasaran rehabilitasi berasal dari usulan pihak berkepentingan seperti guru atau anggota dewan melalui pokok-pokok pikiran dewan. Hanya saja, karena belum ada kepastian terkait dengan DAK maka usulan rehabilitasi dapat ditindaklanjuti secara pasti. Kata dia, alokasi DAK baru akan diketahui pada bulan Desember 2023. “Alokasi APBD untuk perbaikan dua sekolah [SMP] sekitar Rp1,5 miliar,” katanya.
Di SMPN 4 Girimulyo rehabilitasi akan dilakukan pada bagian atap gedung, sementara di SMPN 3 Pengasih ada pembangunan toilet dan talud. Terang dia, masih cukup banyak sekolah di Kulonprogo yang perlu direhabilitasi.
BACA JUGA: Pelajar Kelas IX SMP Jatuh dari Lantai IV Sekolahnya, Polisi: Belum Tentu Bunuh Diri
“Kurang lebih sekolah yang masih perlu direhabilitasi khusus SMP ada sekitar lima sampai sepuluh persen dari total sekolah karena data kondisi bangunan sangat dinamis, ya sekitar tujuh sekolah yang perlu perhatian,” ucapnya.
Dia menjelaskan pada tahun 2023 ini sudah ada empat sekolah bersumber dari DAK dan dua dari APBD yang diperbaiki. Empat sekolah tersebut yaitu SMPN 2 Temon, SMPN 3 Wates, SMPN 2 Pengasih, SMPN 4 Pengasih dan dua sisanya berada di SMPN 1 Unit Satu dan Unit Dua Wates.
Tegas Kuncoroyakti, rehabilitasi gedung sekolah sangat penting. Pasalnya gedung sekolah akan memengaruhi kelancaran aktivitas belajar dan mengajar.
Sedangkan Staf Seksi Kelembagaan Sarpras SD Disdikpora Kulonprogo, Sumardi, mengatakan bahwa ada tiga belas sekolah jenjang SD yang akan direhabilitasi pada 2024.
“Ada rehabilitasi tiga belas SD pada 2024. Dana yang kami pakai dari APBD senilai Rp2,1 miliar,” kata Sumardi.
Sumardi menambahkan tiga belas sekolah tersebut terdiri dari tiga SD Swasta dan sepuluh SD Negeri (SDN). Tiga tersebut yaitu SD Muhammadiyah Pleret, SD Muhammadiyah Ngestiharjo, dan SD Muhammadiyah Bendo. Lalu sepuluh sisanya yaitu SDN Totogan, SDN Banjarsari, SDN Kalirejo, SDN 2 Dekso, SDN Pagerharjo, SDN Bojong Baru, SDN Sidakan, SDN Trukan, SDN Sangon, dan SDN 2 Sentolo.
“Masih banyak SD yang perlu direhabilitasi. Untuk jumlahnya belum bisa matur. Kami masih proses pemetaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.