PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Pantai Trisik Kulonprogo - ist/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo menjalin kerja sama dengan ISI Yogyakarta terkait dengan pengembangan Pantai Trisik. Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kulonprogo Cicilia Susy Setyo Cahyani mengatakan saat ini belum bisa memastikan arah kerja sama terkait hal apa saja yang akan dibangun atau dikembangkan ISI Yogyakarta.
“Di Pantai Trisik juga ada bantuan dari ISI Yogyakarta. Saya ingat Trisik Dreamland. Ingin mengangkat potensi yang ada di Trisik. Sudah ada kerja sama, tapi secara detail saya belum bisa menyampaikan konsep yang digali di sana,” ujarnya, Jumat (27/10/2023).
Bappeda pun mengaku belum memiliki gambaran apakah akan dibangun Tourism Information Center (TIC) atau tidak. Pasalnya, kata Cicilia, TIC untuk sementara dilayani atau dimasukkan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
“Kalau untuk TIC, untuk sementara dimasukkan di bandara karena Kami mendukung tenaga kerja dan sistem informasi termasuk selebaran,” katanya.
Lebih lanjut Cicilia menjelaskan secara spesifik, pengembangan TPI Pantai Trisik akan digeser dari titik semula. Hal ini disebabkan seringnya terjadi abrasi. Lokasi TPI nantinya akan berdekatan dengan lokasi konservasi penyu yang juga digeser karena alasan yang sama.
BACA JUGA: Ditemukan 10 Karung Sampah Popok Mencemari Sungai
Tak hanya itu, dia mengaku Bappeda sedang mengkaji master plan Pantai Glagah hingga Congot.
“Masterplan Pantai Glagah hingga Congot sedang dikaji ulang, hal itu baru dalam APBD Perubahan baru ini. Glagah merupakan destinasi wisata untuk segala usia. Kami juga akan memindahkan pedagangnya ke Plaza Kuliner. Sebenarnya sudah ada by name per kiosnya, namun belum ada aturan pastinya. Masih di sana dan di sini. Tidak semua sudah pindah. Untuk congot sendiri untuk mancing juga termasuk,” katanya.
Subkoordinator Subkoordinator Kelompok Substansial Pembangunan Daerah Bappeda Kulonprogo, Ika Yonita mengatakan, penataan ruang wilayah Kulonprogo Selatan mengikuti RTRW DIY.
Lanjutan dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, DIY juga sudah memberi nama pada rencana detail Kawasan Pansela Jogja. Bukan hanya Kulonprogo, tapi Bantul, dan Gunungkidul. Itu juga sudah muncul di Pergub DIY Nomor 9 Tahun 2023 Tentang Strategi Pembangunan Satuan Ruang Strategis Kesultanan dan Strategi Kadipaten Satuan Ruang Kesultanan 2023-2043,” kata Yonita.
Yonita menambahkan, Bappeda Kulonprogo akan terus menjalankan fungsi koordinasi terkait pembangunan wilayah Selatan dan membuat program kegiatan sebagai pendukung pembangunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.